RENUNGAN ARTI HIDUP

February 18, 2009

.- Andai ku tak menyadari, bahwa hidup ini kan berakhir. Andai juga ku tak mengerti, bahwa sesudah kematian datang, pasti kan ada pertanggungjawaban …..

Mungkin aku tak kan pernah belajar mengabdi kepa Yang Maha Kuasa.
Dan, mungkin aku juga tak kan pernah berbuat yang terbaik dalam hidupku.

.- Andai ku tak menyadari, bahwa berbuat yang terbaik sesungguhnya mendatangkan multi keuntunan sekaligus,
(1) Allah, Tuhan Yang Maha Melihat, senantiasa melihat segala apa yang sudah ku lakukan. (2) Aku merasa bangga, tersenyum dan puas, bahwa aku telah melakukan hal yang terbaik sepanjang hidupku. (3) Berapa banyak orang yang terpuaskan dan mengenangku karena mendapat kebaikan dariku yang berbuat terbaik …..

Jika ku tak menyadari itu semua, tentu aku kan selalu berhitung dalam berbuat [apa untungnya buatku? berapa yang kudapat? ngapai harus cape-cape? idealis amat sih? dan lain-lain].

Tidak… aku harus berbuat yang terbaik, karena hidupku hanya sekali, dan apa yang ku lakukan selama hidupku, sesungguhnya aku sedang menulis sejarah diriku, yang akan dibaca oleh keluargaku dan orang lain sepeninggalku.

.- Andai juga ku tak pernah merenungkan, bahwa asal mula kejadianku, berawal dari tiada, lalu aku ada. Berawal dari lahir tak punya dan tak membawa apa-apa. Berawal dari lahir tak bisa berbuat apa-apa.

Lalu, pantaskah kalau kemudian aku sombong dan congkak karena sedikit kelebihan yang ada padaku? Pantaskah aku jika aku juga sombong tidak mau bersujud dan bersyukur kepada Allah, Tuhan Yang Maha Memberi karunia? Dan, pantaskah juga jika aku kikir dengan kelebihan yang telah aku dapatkan?


Advertisements

Pengajian Siswa Kelas XII SMK 45 Jakarta

February 13, 2009

Cukup aneh juga, kenapa? karena jarang yang mau melakukan.
Siswa kelas XII di SMK 45 mau mengadakan pengajian kelas secara rutin tiap minggu secara bergilir dari rumah ke rumah siswa.
Alasan mereka? Upaya itu kan dapat dilakukan sedikitnya dengan dua cara, yakni cara lahir dan batin.
Untuk upaya lahir, kami semua berusaha belajar sungguh-sungguh, kata mereka.
Sedangkan upaya batin, kami melakukannya dengan berdo’a, baca Al-Qur’an dan dzikir.
Bagaimanapun, semoga mereka semua mendapat kebaikan, sehinga mereka semua dapat lulus tahun ini, amin.


Ponari oh Ponari ……

February 13, 2009

Lengkap sudah derita atas kerapuhan bangsa ini.
Ekonomi terpuruk, pendidikan masih ambruk, eeeh…
Aqidah sebagian umatnya pun semakin terpuruk.
Betapa tidak ???
Ekonomi, yang lebih sederhana dalam bentuk kegiatan mencari uang,
kini sudah tak lagi menimbang halal-haram. Kata sebagiannya, “lha wong yang haram aja susah, apalagi yang halal”
Pendidikan, proses dan output dan outcamo-nya masih dalam tanda tanya besar.
Masih saja banyak yang tidak bersekolah dengan alasan kesulitan (padahal sudah sedemikian murah???). Bagi sebagian mereka, ngapain sekolah tinggi-tinggi, toh akhirnya cari kerja aja susah, malahan, mendingan kita, dari sampah aja sudah banyak dapat duit ????
Lebih dari itu, akal sehat dan aqidah sudah tak lazim digunakan.
Akhirnya, pada saat berobat begitu mahal dan sulit (?), maka pengobatan alternatif, apalagi yang bayar alakadarnya, semakin marak dan digandrungi.
Seperti belakangan, fenomena PONARI sang anak ajaib, penyembuh ajaib, pasien cukup diberi air yang dicelupkan batu ajaib(?), pasien langsung sembuh(?).
Ohhh… akal sehat pun sudah mulai tergusur, seiring dengan terkikisnya aqidah yang melarang keras tentang percaya bahwa sesuatu yang supra natural dapat memberikan manfaat atau mudharat.
Lagi-lagi sebagian mereka bilang, kalo mau ngobatin pake akal sehat, ya duitnya harus “sehat” juga. Kalo duitnya ga sehat, ga bakal diurusin, malah bisa mati…
Padahal, yang berobat ke Ponari pun sudah beberapa orang yang mati karena berdesak-desakan.
Ohh…. Indonesiaku tercinta …..


TKM (Tes Kendali Mutu)

January 29, 2009

Beberapa hari yang lalu, di seluruh SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) di DKI Jakarta diadakan kegiatan TRY OUT untuk siswa kelas XII. Untuk mengukur sejauh mana persiapan dan kesiapan siswa mengahadapi UN tahun 2009 ini tentunya.
Ibu Dra. Hj. Rita Ariani, MM selaku Kasie Kurikulum dan Sisjian Dinas Dikmenti DKI Jakarta menekankan tentang betapa pentingnya kegiatan Try Out ini. Betapa tidak?
Tahun ini standar kelulusan dinaikkan lagi dari tahun sebelumnya.
Nilai rata-rata empat pelajaran di SMK, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan Produktif/keahlian, minimal 5,50. Sedangkan masing-masing nilai minimal 4,25. Kalaupun ada yang nilainya 4,00 masih diperbolehkan untuk dua mata pelajaran, asalkan nilai rata-ratanya 5,50 dan nilai yang lainnya minimal 4,25.
Berat memang, karenanya, asalakan kegiatan try out ini dilaksanakan dengan baik dan benar serta dibarengi keikhlasan hati untuk memperbaiki mutu pendidikan, Insya Allah ini menjadi media yang cukup efektif guna menaikkan kualitas hasil pendidikan, semoga, amin.


Tadarrus Pagi Hari

January 29, 2009

Ada hal yang menyenangkan sekaligus menenangkan di sekolah tempatku mengajar. Pada setiap pagi hari, awal masuk sekolah pukul 06.30wib kegiatan belajar dimulai dengan kegiatan TADARRUS AL-QUR’AN.
Setiap kelas dibimbing oleh Guru untuk kegiatan ini. Tiga manfaat sekaligus dari kegiatan ini:
1. Guru dapat membimbing dan memperbaiki bacaan Al-Qur’annya sendiri.
2. Siswa juga dapat memperbaiki bacaan Al-Qur’annya sendiri.
3. Semua warga sekolah dipenuhi dengan kenyamanan dan kebanggan tersendiri, ketika pagi hari yang sunyi dan segar, mendengan lantunan ayat suci Al-Qur’an.
Kalau masalah pahala (kok tidak dicantumkan dalam manfaat?). Ya tidak usah lah, pahala mah tidak usah disebutkan, semua orang juga tahu, Insya Allah, pahalnya berlipat ganda, amin.
Terima kasih Pa Prihatin Gendra Priyadi, S.Pd (Kepala Sekolah SMK 45) yang telah memberi support…


Sekolah di DKI Jakarta, Masuk Pukul 06.30

January 9, 2009

Sejak Senin, 05 Januari 2009 lalu, sekolah-sekolah di DKI Jakarta diinstruksikan untuk masuk 30 menit lebih awal, yaklni pukul 06.30 wib.
Cara ini dipercaya dapat mengurai, bahkan mengurangi kemacetan di DKI Jakarta, yang kian hari kian menjadi-jadi. Betapa tidak, ruas jalan yang berjarak 15 km saja harus ditempuh dengan kendaraan roda empat selama hampir 2 jam dan 45 menit jika menggunakan sepeda motor.
Padahal, jika tidak macet, hanya ditempuh dalam waktu sekitar 15-20 menit saja.
Lebih dari itu, konon program ini akan menjadikan pembelajaran berharga bagi siswa, guru dan semua komponen bangsa untuk bangun dan menyongsong hari lebih awal, lebih segar dan lebih sehat tentunya, semoga.
Alhamdulillah…,
Program masuk sekolah 06.30 ini mulai dan terus berjalan.
Di hari pertama, mungkin karena belum terbiasa, akhirnya banyak yang agak panik,
akhirnya crowded terjadi dimana-mana.
Hari kedua hingga hari keempat, rupanya sebagian besar sudah mulai terbiasa,
tak lagi panik.
Tapi, efektifkah program ini? Benarkah dapat mengurangi kemacetan yang diharapkan?
Jujur…, saya dan sebagian kita sebenarnya sangat senang dan mendukung dengan program ini. Bahwa diharapkan menjadi pembelajaran untuk semangat dan mobilitas, ya!
Bahwa diharapkan menjadi peningkatan kualitas pendidikan bangsa, ya juga!
Akan tetapi, kalau untuk menjadi solusi pengurang kemacetan? rasanya, belum tentu!
Analisis sederhananya, pada waktu siswa sedang libur sekolah, apakah Jakarta sepenuhnya tidak macet? ternyata sama saja, tidak banyak bedanya. Jadi, sebenarnya siswa sekolah bukan penyumbang terbesar dalam kemacetan.
Bahwa penyumbang kemacetan, ya! tetapi bukan terbesar.
Dan… sekarang pun, setelah program ini dilaksanakan. Sebagian ada yang mengatakan, jalan menjadi relatif lebih lancar.
Memang benar, tetapi yang sesungguhnya terjadi bukan berkurangnya kemacetan, tetapi terurainya kemacetan. Kemacetan yang biasanya terjadi di interval waktu tertentu, sekarang menjadi terpecah ke pagi hari.
Bayangkan, lalu lintas pagi sebelum pukul 05.30, yang biasanya (sebelum program ini), untuk jarak 15 km hanya ditempuh dalam waktu 15 menit, sekarang…???
Pada pukul 05.15 kita sudah bermacet ria, akhirnya jarak 15 km pun harus kita tempuh hampir dua jam dengan mobil, atau lebih dari 45 menit dengan sepeda motor. Tak ubahnya jika kita menempuhnya di jam-jam macet sebelum program ini.
Yah, sudahlah, sementara inilah yang harus kita jalani, mau dikata apa lagi?
Kita hanya harus banyak bersabar dengan semua situasi ini, walaupun tidak banyak yang belajar???
Mudah-mudahan bisa lebih baik, semoga……….


OH ….. PALESTINA

January 9, 2009

Ya Allah,
kezhaliman etnis Yahudi Israel yang terus menerus terjadi, rasanya belum dan tidak akan ada hentinya.
Betapa tidak?
Disamping Allah swt sudah mensinyalir tentang kedok kebusukan dan kebencian mereka pada Islam (yang di dalam hatinya, kebencian mereka lebih besar lagi), lebih dari itu, tingkah polah mereka merasa terlindungi dan terlegalisasi oleh Amerika dan sekutu-sekutunya, itulah sebabnya mereka belum dan tidak akan segera berhenti.
Lalu, kita harus bersikap apa?
Jika kita mau berpikir jernih, tidak usah menggunakan pendekatan agama dulu untuk melihat kezhaliman ini. Lihat, betapa mereka (Yahudi Israel) tidak ada segan-segannya membombardir tempat dan wilayah yang jelas-jelas dihuni dan banyak anak-anak serta wanita.
Begitu mudah alasan mereka (dengan tanpa merasa bersalah, apalagi minta maaf), bahwa yang mereka lakukan adalah dalam rangka menumpas kelompok teroris (HAMAS). Alasan ini persis seperti alasan “Anak angkatnya” Amerika yang mengahalalkan intervensi bahkan agresi militer ke negara manapun dengan alasan menumpas teroris???
Wahai saudaraku Palestina,
Kami semua mendoakan untuk kekuatan dan kejayaan kalian,
Dunia memang belum berpihak kepada kalian,
Tapi, percayalah…
Allah Pemilik dan Penjaga alam semesta ini,
Tak akan pernah tinggal diam,
Mereka berbuat makar, dan Allah Maha Pembalas Makar mereka,
Ya Allah…
Kami semua sudah lelah melihat tingkah polah manusia durjana,
Penindas kaum lemah dan pengsusung syari’at-Mu,
Engkau Maha tahu apa yang kami minta,
Kepada-Mu kami mohon pertolongan,
Tolonglah kami, tolonglah saudara kami,
Bangsa Palestina ……., amin.