UNBK 2016

April 4, 2016

H1R1S2Mulai Senin hingga Kamis, 4 – 7 April 2016, sekolah jenjang SLTA (SMA, SMK dan MA) seluruh Indonesia mengikuti Ujian Nasional (UN) secara serentak. Ada yang dilaksanakan dengan jenis soal dicetak (UN-PBT: Printed Based Test) dan ada juga yang berbasis komputer (UN-CBT: Computer Based Test) yang sekarang, di tahun 2016 ini, disebut UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer).

Di SMK Negeri 18 Jakarta, tempat saya mengajar, UNBK untuk sesi 1, dimulai pukul 07.30-09.30wib, sesi 2 pukul 10.30-12.30wib, sesi 3 pukul 14.00-16.00wib. Begitu seterusnya dari hari Senin 4 april 2016, hingga kamis, 7 april 2016.

Semoga UNBK kali ini, sama baiknya, bahkan lebih baik lagi dari UNBK di tahun sebelumnya, 2015. Karena, dengan UNBK bukan hanya siswa belajar arti sesungguhnya sebuah kejujuran dalam mengerjakan soal, akan tetapi juga sistemnya lebih cepat, memudahkan siswa, fleksibel dalam pengerjaan soal, siswa lebih banyak waktu untuk leluasa mengerjakan soal (tidak terbuang waktu untuk menghitamkan bulatan jawaban seperti yang biasa dilakukan ujian dengan kertas LJK (Lembar jawab Komputer), waktunya juga lebih efisien dan pola pelaksanaan yang simpel dan efisien.


Persiapan UNBK 2016

April 2, 2016

Tahun kedua kali ini, SMK Negeri 18 Jakarta melakukan kegiatan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer).

Tahun 2015 yang lalu, meski dengan segala kesederhanaan, alhamdulillah, UNBK berjalan dengan baik, tanpa suatu kendala yang berarti. Kami merasa puas dan bangga bisa menghantarkan siswa kelas XII mengikuti ujian akhir dengan penuh kejujuran. Jujur, karena dengan sistem UNBK dilaksanakan dengan sistem yang otomatis soal diacak/random, setidaknya 20 jenis soal yang berbeda. Siswa tidak bisa melakukan tindakan yang tidak jujur dengan sistem UNBK.

Disamping itu, siswa justru merasakan kemudahan dan kecepatan kerja. Mereka, para siswa berujar “soal sangat jelas, dapat leluasa mengerjakan soal dan berganti jawaban jika dirasa harus ada perbaikan jawaban, tidak kotor, cepat, bahkan dengan mudah kembali mengerjakan soal jika terjadi komputer yang bermasalah.. pokonya enak deh…” begitu ucap mereka.

Dan, Alhamdulillah, hari Jumat 2 April 2016, sekitar jam 10.30wib proses sinkronisasi server UNBK 2016 di SMK Negeri 18 Jakarta selesai sudah. Semua perangkat dengan segala daya upaya sudah dipersiapkan dengan baik.

Semoga Allah SWT memudahkan segala sesuatunya dan melindungi kami dari segala keburukan, halangan, hambatan dan segala yang dapat menghambat terlaksananya UNBK di sekolah kami dengan baik, aamiin…


Menyedihkan, Mutiarani, Peraih Nilai UN SMK Tertinggi Terancam Tak Bisa Kuliah

June 6, 2012

Menjadi pelajar yang berprestasi di negeri ini tak menjamin nantinya akan bisa menjadi orang yang berarti. Mutiarani, pelajar asal Semarang yang meraih nilai tertinggi dalam Ujian Nasional jenjang SMA/SMK tahun ini. Sayang, Mutiarani kini hanya bisa pasrah karena faktor ekonomi orang tuanya akan sangat memungkinkan dirinya tak bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Mutiarani , putri ketiga pasangan Juwarto dan Sutarmi, warga Desa Sutak RT.6 RW.4 Pudak Payung, Semarang ini menjadi peraih nilai tertinggi dalam Ujian Nasional jenjang SMA/SMK tahun ajaran 2011/2012 .

Siswi SMK 2 Semarang jurusan ekonomi akuntansi ini berhasil meraih nilai kumulatif 29,6. Angka tersebut hasil dari nilai mata pelajaran bahasa indonesia 9.5 , bahasa inggris 9.5 , matematika 9.7 , dan kompetensi 9.6. Dari hasil inilah Mutiarani juga mendapat predikat siswa terbaik tingkat nasional.

Namun sayang, nasib Mutiarani setelah lulus ini tampaknya tak akan sedahsyat nilai yang diperolehnya. Betapa tidak, Mutiarani tampaknya tak akan bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi. Faktor ekonomi keluarga menjadi pemicu utamanya.

“Saya sih masih pengen kuliah, tapi harus gimana lagi, ibu gak kuat untuk mbayarin”, ujar Muatiarani.

Sejak kelas satu SMP, Mutiarani sudah ditinggal ayahnya, Juwarto, meninggal. Kehidupan Mutiarani pun bergantung sang ibu, Sutarmi, yang hanya sebagai buruh rumah tangga dengan penghasilan yang pas-pasan. Tak heran, jika keinginan Mutiarani untuk berkuliah harus pupus karena ketidakadaan biaya dari keluarga.

“Saya cuma begini. Gak bisa mbiayain Mutiarani untuk kuliah lagi”, ujar Sutarmi.

Kini, baik Mutiarani maupun sang ibu hanya bisa berharap uluran tangan atau donatur yang bisa membantu mengantarkan Mutiarani untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Apa yang dialami Mutiarani sekarang inipun menjadi hal yang ironis, dimana menjadi pelajar pintar yang ada di negeri ini tidak menjamin akan bisa menjadi orang yang berarti

Sumber: http://kabar17.com/


10 Siswa Peraih Nilai UN SMK Tertinggi

June 6, 2012

Berikut ini daftar sepuluh siswa SMK peraih nilai UN tertinggi:

1. Mutiarani. Nilai UN murni 29,6. Sekolah di SMKN 2 Semarang, Jawa Tengah.
2. Mifta Nurjanah. Nilai UN murni 29,6. Sekolah di SMK Mitra Batik, Tasikmalaya, Jawa Barat.
3. Roni Hadian Akbar. Nilai UN murni 29,6. Sekolah di SMKN 1 Katapang, Jawa Barat.
4. Neni Yuliantika. Nilai UN murni 29,4. Sekolah di SMKN 7 Bandung, Jawa Barat.
5. Erlyn Herlina Febrianty. Nilai UN murni 29,4. Sekolah di SMKN 1 Sukabumi, Jawa Barat.
6. Intan Permatasari. Nilai UN murni 29,4. Sekolah di SMKN 2 Tasikmalaya, Jawa Barat.
7. Dewi Astutik. Nilai UN murni 29,4. Sekolah di SMKN 1 Purwodadi, Jawa Tengah.
8. Erlita Dyah Utami. Nilai UN murni 29,4. Sekolah di SMKN 1 Purwodadi, Jawa Tengah.
9. Hanindia Hajjar Damayanti. Nilai UN murni 29,4. Sekolah di SMKN 1 Surabaya, Jawa Timur.
10. Annisa Ayuningtias. Nilai UN murni 29,40. Sekolah di SMK Kartika IV-1 Malang, Jawa Timur

Sumber: http://wahidsahidu.blogspot.com


Ny Siami, Si Jujur yang Malah Ajur

June 16, 2011

Diusir Warga karena Lapor Contek Massal

TERHARU – Ny Siami dan Fatkhur Rohman, wali kelas Al, teharu saat saling minta maaf dalam mediasi di balai RW, Kamis (9/6). Foto: surya/faiq nuraini
SURABAYA | SURYA – Ny Siami tak pernah membayangkan niat tulus mengajarkan kejujuran kepada anaknya malah menuai petaka. Warga Jl Gadel Sari Barat, Kecamatan Tandes, Surabaya itu diusir ratusan warga setelah ia melaporkan guru SDN Gadel 2 yang memaksa anaknya, Al, memberikan contekan kepada teman-temannya saat Unas pada 10-12 Mei 2011 lalu. Bertindak jujur malah ajur! Read the rest of this entry »


UN SMK 2010-2011

April 18, 2011

Akhirnya, masa penantian sebagian besar siswa SLTA berkahir sudah ketika mulai hari ini, Senin 18 April 2011 dimulai Ujian Nasional (UN) Tahun Pelajaran 2010-2011. Baca Lengkap Read the rest of this entry »


Bedah SKL UN 2011 di Indramayu

February 18, 2011

Awal Pebruari 2011 ini, saya mendapat kesempatan bersilaturrahim dan menjadi pemandu bedah SKL di wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat (wah, pulang kandang neh, hehe…).Baca Lengkap Read the rest of this entry »


Bedah SKL Matematika SMK Jakarta Barat

February 18, 2011

Dalam menyikapi dan menghadapi UN (Ujian Nasional), Bedah SKL bagi guru atau sekolah menjadi salah satu trend di berbagai wilayah. Baca Lengkap Read the rest of this entry »


Try Out UN 2011

February 9, 2011

Sebagian besar sekolah, beramai-ramai mengadakan uji coba atau try out untuk menghadapi ujian nasional (UN), termasuk ujian di tahun ini, 2011. Baca Lengkap Read the rest of this entry »


Ujian Praktik SMA/SMK

February 7, 2011

Di sebagian sekolah SLTA (SMA/SMK), mulai menyelenggarakan ujian praktik sebagai rangkaian pengambilan nilai untuk NUS (Niali Ujian Sekolah). Baca Lengkap Read the rest of this entry »


Formula Perhitungan Kelulusan UN 2011

January 16, 2011

Mengingat terjadinya perubahan konsep penentuan dan perhitungan kelulusan siswa SD/SLTP/SLTA di tahun pelajaran 2010-2011 ini, tak sedikit yang merasa bingung, baik orang-orang di luar institusi pendidikan, bahkan pada sebagian insan pendidikan sekalipun. Baca Lengkap Read the rest of this entry »


Ujian Nasional Digelar April 2011

January 5, 2011

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh telah meneken Permendiknas Nomor 45/2010 tentang Kriteria Kelulusan dan Permendiknas Nomor 46/2011 tentang Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMP dan SMA. Baca Lengkap Read the rest of this entry »


TIDAK Ada Ujian ULANG

January 5, 2011

JAKARTA, KOMPAS.com – Dalam penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) 2011, beberapa perubahan mendasar di antaranya tak ada lagi UN ulang. Bagi yang tidak lulus, UN tetap bisa mengikuti ujian paket C untuk siswa SMA. Baca Lengkap Read the rest of this entry »


MENDIKNAS Simulasi Nilai UN

January 5, 2011

Jakarta, Kamis (30 Desember 2010)–Formula nilai akhir penentu kelulusan siswa sekolah menengah pertama (SMP dan sederajat, serta sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat ditetapkan dengan menggabungkan nilai mata pelajaran ujian nasional (UN) dengan nilai sekolah. Nilai akhir adalah pembobotan 60 persen nilai UN ditambah 40 persen nilai sekolah. Formula ini akan digunakan pada UN Tahun Pelajaran 20100/2011 mendatang.

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh menyampaikan hal tersebut pada jumpa pers akhir tahun di Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), Jakarta, Kamis (30/12/2010).

Mendiknas mengatakan formula UN merupakan hasil kesepakatan bersama dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) selaku penyelenggara UN dan atas rekomendari Dewan Perwakilan Rakyat. “Kalau dulu UN sendiri dinilai hasilnya berapa. Kalau dia memenuhi 5,5 ke atas lulus. Pada 2011 dikombinasikan antara ujian yang dilakukan secara nasional dengan prestasi atau capaian waktu dia sekolah kelas1,2, dan 3,” katanya.

Hadir pada acara Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal, Sekretaris Jenderal Kemdiknas Dodi Nandika, WKS Inspektur Jenderal Kemdiknas Wukir Ragil, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiknas Djoko Santoso, Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kemdiknas Baedhowi, Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdiknas Suyanto, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdiknas Mansyur Ramly, dan Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal Hamid Muhammad.

Mendiknas mengatakan, syarat kelulusan lainnya adalah nilai tiap mata pelajaran minimal 4,00 dan tidak ada ujian ulangan. “Bagi yang tidak lulus dapat mengikuti Ujian Paket C untuk SMA,” ujarnya.

Mendiknas menjelaskan, seorang siswa sedikitnya harus meraih nilai 4 pada UN agar dapat lulus dengan syarat nilai ujian sekolahnya 8. Dengan menggabungkan kedua nilai tersebut maka nilai akhir diperoleh 5,6 di atas nilai minimal 5,5. “Kalau nilai ujian sekolah 7 belum lulus. Nilai aman UN adalah 6,” katanya saat mensimulasikan nilai UN.

Mendiknas melanjutkan, berdasarkan hasil monitoring berita selama tahun 2010, UN menempati urutan pertama dari 10 isu pemberitaan pendidikan 2010. Dia menyebutkan, jumlah pemberitaan terkait UN sebanyak 1.899 (20,1%), disusul guru 974 (10,3%) berita, dan penerimaan peserta didik baru 537 (5,7%) berita. “Yang paling banyak urusan UN. Itu menunjukkan bahwa UN menjadi perhatian publik,” katanya.

Mendiknas memaparkan capaian kinerja 2010 dan program Kemdiknas 2011. Secara umum, kata Mendiknas, serapan anggaran Kemdiknas mencapai 89,29 persen per 27 Desember 2010. Adapun anggaran Kemdiknas pada 2011 Rp 55,6 triliun. “Tidak ada pengurangan dari sisi anggaran. Alokasi BOS dikirim ke daerah,” ujarnya.

Mendiknas menambahkan, sebanyak 20 persen anggaran APBN digunakan untuk fungsi pendidikan yang ada di 17 kementerian/lembaga. Mendiknas menyebutkan, anggaran fungsi pendidikan pada 2011 Rp 243 triliun. Namun demikian, lanjut Mendiknas, anggaran tersebut tidak boleh digunakan untuk sekolah kedinasan seperti Akademi Kepolisian dan Akademi Militer. “Sekolah kedinasan tidak boleh memanfaatkan dana fungsi pendidikan,” katanya.***

Sumber: MediaCenter Diknas


Sistem Kelulusan Ujian Nasional 2011

January 5, 2011

Setelah berdiskusi dan bersitegang cukup alot dan lama dengan DPR dan BSNP, akhirnya Menteri Pendidikan Nasional menginformasikan konsep penentuan kelulusan Ujian Akhir bagi siswa SD, SLTP dan SLTA.
Penentuan kelulusan siswa didapat dari penggabungan nilai UN, nilai raport dan nilai Ujian Sekolah (US).
Seperti ditulis dalam Republika:

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Menteri Pendidikan Nasional M Nuh mengatakan, Ujian Nasional 2011 menggunakan formulasi baru dengan mengkombinasikan nilai ujian nasional dan prestasi sekolah.
“Kalau dulu hasil UN sendiri yang menentukan kelulusan siswa tapi pada 2011 dikombinasikan antara UN dengan prestasi sekolah,” kata Mendiknas M Nuh di Jakarta, Kamis.
Saat menyampaikan konferensi pers mengenai refleksi akhir tahun tersebut, Mendiknas mengatakan, sudah ada kesepakatan antara Kementerian Pendidikan Nasional dengan DPR bahwa formula UN 2011 diperbaiki.
Formula yang digunakan adalah menggabungkan 60 persen hasil ujian nasional (UN) ditambah 40 persen prestasi sekolah terdiri dari nilai ujian dan rapor. Nilai setiap mata pelajaran minimum 4,00.
“Bobot penilaian UN lebih tinggi karena jika prestasi sekolah yang lebih tinggi akan sulit sebab tidak semua sekolah memiliki akreditasi dan kualitas yang sama,” tambah Mendiknas.
Bagi siswa yang tidak lulus UN dapat mengikuti ujian Paket C untuk tingkat SMU dan SMK serta Paket B untuk tingkat SMP sebab tidak diadakan lagi UN ulang. “Semangat perbaikan UN 2011 adalah untuk menghargai proses belajar mengajar yang dilalui siswa,” ujarnya.
UN yang dilaksanakan sebagai salah satu penentu kelulusan peserta didik dan menjadi pemetaan mutu program satuan pendidikan secara nasional. UN juga bermanfaat sebagai pintu masuk untuk pembinaan dan perbaikan mutu pendidikan, baik ditingkat satuan pendidikan maupun nasional.
Di samping itu, dengan diadakannya UN akan mendorong motivasi belajar siswa serta mendorong peningkatan mutu proses belajar mengajar.

Red: Siwi Tri Puji B
Sumber: Antara
Repro: http://www.republika.co.id (Kamis, 30 Desember 2010, 16:34 WIB)