Rencana Kurikulum Baru Pendidikan Kita

October 4, 2012

Berdasarkan informasi yang beredar di berbagai media massa, bahwa saat ini pemerintah  tengah mempersiapkan kurikulum baru yang diharapkan dapat rampung pada bulan Februari 2013

Kurikulum tampaknya masih terus berubah, sehingga terkadang ada komentar sinis “ganti menteri, ganti kurikulum”. Dari sisi positifnya, kurikulum memang harus berubah sesuai dengan sifatnya yang dinamis, apalagi menyangkut manusia yang selalu mengalami perubahan (mudah-mudahan memang demikian, bukan karena kita tidak memiliki arah yang jelas, bukan pula karena terus menerus trial and error).

Sebelum disahkan dan diaplikasikan, terlebih dahulu pemerintah akan melakukan uji publik terhadap rancangan kurikulum baru ini untuk memperoleh kritik dan masukan dari masyarakat. Kurikulum baru ini merupakan evaluasi dari seluruh mata pelajaran dan akan diterapkan pada semua jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi.

Dilihat dari konten,  kurikulum baru ini akan memangkas sejumlah mata pelajaran. Di tingkat Sekolah Dasar (SD)  jumlah mata pelajaran hanya empat yakni Bahasa Indonesia, PPKn, Matematika dan Agama, dengan tetap mengacu kepada  Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang ditetapkan. Terkait dengan mata pelajaran IPA dan IPS,  yang sempat diisukan akan ditiadakan,  kedua mata pelajaran ini  tetap akan diberikan kepada siswa  dalam bentuk yang  berbeda, terintegrasi dengan mata pelajaran lain (Khairil Anwar Notodiputro,  JPNN.com).

Sementara, untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak tujuh mata pelajaran dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 10 mata pelajaran. (Inilahjabar.com). 

Dilihat dari strategi, kurikulum baru ini akan menekankan pada model pembelajaran tematik yang mengarah pada pendidikan karakter. Dengan pendidikan bersifat tematik akan dapat mengembangkan tindak kompetensi penting, yakni perilaku, keterampilan, dan pengetahuan. Selain itu, melalui pendekatan tematik ini, diharapkan  dapat  memberikan ruang gerak bagi siswa untuk berekspresi seluas-luasnya dalam mengembangkan segenap potensi yang dimilikinya.

Menurut Musliar (AntaraNews.com): “Pendidikan karakter akan lebih banyak dipelajari siswa di tingkat sekolah dasar dimulai sejak dini, semakin tinggi jenjangnya, pelajaran terkait pendidikan karakter berkurang dan diganti dengan pelajaran keilmuan”.

Hal senada disampaikan oleh Prof. Kacung Marijan, MA, Staf ahli Mendikbud, bahwa: “Kurikulum pendidikan yang baru nanti akan mengubah mindset pendidikan yang bersifat akademik menjadi dua paradigma yakni akademik dan karakter, bahkan pendidikan karakter akan lebih banyak di tingkat pendidikan dasar atau TK dan SD, karena karakter itu merupakan pondasi pendidikan”. (Kompas.com)

Sumber:  http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2012/09/30/kurikulum-baru/#more-21985  (dengan beberapa editan).


Formula Perhitungan Kelulusan UN 2011

January 16, 2011

Mengingat terjadinya perubahan konsep penentuan dan perhitungan kelulusan siswa SD/SLTP/SLTA di tahun pelajaran 2010-2011 ini, tak sedikit yang merasa bingung, baik orang-orang di luar institusi pendidikan, bahkan pada sebagian insan pendidikan sekalipun. Baca Lengkap Read the rest of this entry »


UASBN (Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional)

May 4, 2010

Mulai hari ini, Selasa 04 Mei 2010, siswa SD seluruh Indonesia menjalani hari pertama UASBN. Baca Lengkap? Read the rest of this entry »


FORUM BEST PRACTISES Pendidikan DKI Jakarta

November 25, 2009

Hari Rabu, 25 Nopember 2009 diadakan forum BEST PRACTISES, yaitu sebuah forum bagi sekolah-sekolah (TK,SD, SMP, SMA dan SMK) di Jakarta dalam berbagi pengalaman (sharing) keberhasilan atau kebaikan.  Baca Lengkap? Read the rest of this entry »


UN (Ujian Nasional) Tahun 2009-2010 Dimajukan

November 17, 2009

Sistem kelulusan melalui UN (Ujian Nasional) yang selama ini diberlakukan memang masih menyisakan problem. Dari yang sangat tidak setuju hingga yang sangat mendukung. Yang tidak setuju tentu sangat keras suaranya. Baca Lengkap? Read the rest of this entry »