Pembagian Raport/KHS dengan SAS

December 24, 2008


Setelah selesai kegiatan UAS (Ujian Akhir Semester) dan class meeting, akhirnya anak-anak sudah waktunya menerima “catatan amal”-nya berupa raport atau KHS.
KHS sebagai bukti penilaian belajar selama satu semester, memberikan paparan (yang harusnya) obyektif bagi setiap siswa. Bagaimana daya serapnya selama ini, bagaimana pemahaman–kognitif–nya, bagaiman sikap dan kapabilitas atau kompetensinya.
Bagi yang sebelum dibagikan raport/KHS masih mendapat nilai yang tidak kompeten, maka ia harus mengikuti kegiatan remedial, sebuah pembelajaran pendek, mengulang kembali apa yang mareka belum pahami. Pelajaran parsial, memang, karena yang dipelajari hanyalah yang belum dinyatakan kompeten saja.
Sehingga, setelah selesai kegiatan remedial, diharapkan semua siswa sudah mendapatkan nilai “final” dalam raport/KHS-nya. Tapi, jika sampai batas akhir penyerahan raport/KHS ada juga yang masih belum tuntas nilainya, maka mau tidak mau harus mengulangi kegiatan remedial kembali sesudah liburan (masuk sekolah).

Ada yang menarik di sebagian sekolah, terutama di DKI Jakarta. Penulisan raport/KHS sudah mulai dengan sistem komputerisasi. Dinas Dikmenti DKI sudah menggulirkan program “wajib” Sistem Administrasi Sekolah (SAS) di tiap SLTA.
Semua data, termasuk nilai di dalamnya, harus terkomputerisasi, bahkan harus online. Meskipun agak terburu-buru dan tersandung-sandung, akhirnya sebagian besar SLTA sudah sukses mengaplikasikannya (dengan modal dan waktu yang tidak sedikit tentunya).
Begitu juga di SMK 45 Jakarta, sistem SAS pun sudah digulirkan, bahkan sudah sejak hampir dua tahun sebelumnya. Sehingga, administrasi penilaian sudah tidak lagi dengan model “jadul” (jaman dulu?), data sudah dapat diakses secara online dan paper less.
Semoga saja kian hari kian bertambah maju, meskipun memang sungguh… beraaat.

Advertisements