Training Guru GYD April 2015

April 14, 2015

GYD (Griya Yatim Dhuafa) memiliki unit pendidikan untuk anak-anak yatim-dhuafa yang dikelola. Guru-guru dan pengurus yang membawahi divisi pendidikan diberikan pelatihan tentang kegiatan belajar mengajar yang baik. Alhamdulillah, saya berkesempatan untuk memberi pelatihan kepada para gurunya.

Ahad 12 April 2015, saya hadir memberikan pelatihan sejak pukul 09.00-12.00. Saya berbagi tentang bagaimana menjadi guru yang baik dan benar, kemudian bagaimana paradigma pendidikan yang seharusnya, serta bagaimana menciptakan kegiatan Pembelajaran yang Aktif, Inovatif, Kreatif, dan Menyenangkan (PAIKEM).

Selepas shalat zhuhur berjamaah, saya pamit meninggalkan mereka, para guru yang mudah-mudahan meresapi benar tentang bagaimana seharusnya pendidikan dan pembelajaran berlaku, aamiin…

Advertisements

Kakek yang Baru Berumur Sepuluh Tahun

March 12, 2012

Dikisahkan seorang kakek yang sudah sangat renta sedang duduk melihat anak-anak SD yang sedang belajar di bawah pohon dengan guru mereka. Begitu asyiknya anak-anak tersebut sampai tak menyadari kehadiran sang kakek yang mengikuti pelajaran dengan penuh semangat dan kesungguhan.
Seusai pelajaran anak-anak pun berlarian ke kantin. Sementara sang kakek asyik membuka-buka buku yang dipegangnya. Melihat hal itu seorang pemuda yang mengamatinya sejak tadi tertarik dengan aktivitas yang dilakukan kakek renta tersebut, dia pun menghampirinya dengan penuh penasaran.
“Kakek guru mereka, ya?”, tanya pemuda itu penuh penasaran.
“Bukan, Nak. Aku ini sedang belajar sama dengan anak-anak tadi”, jawab kakek.
“Lho, kok bisa, Kek? Memangnya umur kakek berapa kok masih belajar sama anak SD?”
“Umur kakek hari ini, tepat berumur sepuluh tahun”
“Hah? Yang benar, Kek? Kakek masih bercanda kan ? Kalau melihat raut kakek menurutku usia kakek diatas 70 tahun, bukannya 10 tahun, Kek”
“Hehehee, benar, Nak. Kamu memang cerdas, kakek sekarang memang berusia lebih dari 70 tahun. Tapi, itu bila dihitung sejak kakek di lahirkan ke dunia ini. Namun jika dihitung dengan benar maka kehidupan kakek baru sepuluh tahun”
Pemuda itu tampak bingung dengan jawaban kakek yang agak misterius. Namun, akhirnya dia bertanya, “Maksud kakek, tadi apa ya, Kek?”
Sembari menerawang jauh, sang Kakek pun mulai menjawab sambil bercerita seperti menyibak masa lalaunya, “Sebenarnya kakek adalah anak yang beruntung dulu, sejak kakek kecil hingga kakek remaja sekitar 20 tahun, seharusnya saat itu kakek banyak belajar untuk masa depan. Tapi, 20 tahun itu kakek habiskan dengan bermain dan bersantai dengan teman-teman. Lalu 20 tahun kemudian, masa yang seharusnya kakek habiskan untuk bekerja dan membina karir malahan kakek habiskan untuk berfoya-foya menghabiskan harta orang tua kakek. Di 20 tahun yang selanjutnya saat kakek seharusnya menabung untuk hari tua, malah kakek habiskan untuk berfoya-foya ke sana kemari menghabiskan harta orang tua kakek yang tersisa. Anakku, jangan tiru apa yang kakek lakukan, gunakanlah waktumu se-efektif mungkin. Jangan sia-siakan. Karena waktu itu adalah kehidupanmu. Jika kamu berusaha, tentu kamu akan merasakan bahagia di hari tua”.
Sahabat, dari cerita-cerita motivasi di atas, begitulah selalu penyesalan akan datang di akhir masa tua kita. Dunia semakin cepat berputar, zaman pun akan berubah dengan cepat, teknologi semakin canggih, tantangan hidup semakin besar. Karena itu kita dituntut untuk siap menghadapi tantangan, Sahabat. Selalu inovatif, kreatif, bekerja keras, dan sungguh-sungguh.
Mahal nian jika kita harus kehilangan waktu kita dengan sia-sia, dari cerita motivasi di atas saja kita sudah merasakan betapa berharga waktu kita, karena waktu bukan hanya uang, tapi juga nyawa!

Salam Sukses,

Sumber inspirasi: Aris Tirtana
http://tekenini.com/aris1688

Note : Jika anda suka dengan tulisan diatas, silahkan diforward kepada teman.


Pembelajaran dan Pemelajaran

March 24, 2009

0294“Pembelajaran dan Pemelajaran itu berbeda”, begitu kata orang yang lebih mengerti.

Perbedaannya, “pembelajaran” adalah aktifitas yang mengupayakan agar orang bisa belajar dengan sendirinya. Sedangkan “pemelajaran” adalah aktifitas pengajaran atau menyampaikan sesuatu dalam proses pengajaran.

Aktifitas yang sebaiknya dilakukan oleh guru adalah pembelajaran. Karena, dengan ini maka siswa akan memiliki jiwa pembelajar, bukan hanya mengandalkan “cekokan” gurunya saja, tetapi mereka pandai mencari ilmu dan “guru” lain dalam kehidupannya. Bahkan dengan proses ini siswa menjadi haus ilmu dan tahu bagaimana mendapatkan ilmu itu karena ia sudah dimotivasi dan difasilitasi oleh gurunya untuk bisa belajar sendiri.

Bagaimana dengan kita duhai guru dan orang tua?


Pembelajaran dan Pemelajaran

March 24, 2009

“Pembelajaran dan Pemelajaran itu berbeda”, begitu kata orang yang lebih mengerti.

Perbedaannya, “pembelajaran” adalah aktifitas yang mengupayakan agar orang bisa belajar dengan sendirinya. Sedangkan “pemelajaran” adalah aktifitas pengajaran atau menyampaikan sesuatu dalam proses pengajaran.

Aktifitas yang sebaiknya dilakukan oleh guru adalah pembelajaran. Karena, dengan ini maka siswa akan memiliki jiwa pembelajar, bukan hanya mengandalkan “cekokan” gurunya saja, tetapi mereka pandai mencari ilmu dan “guru” lain dalam kehidupannya. Bahkan dengan proses ini siswa menjadi haus ilmu dan tahu bagaimana mendapatkan ilmu itu karena ia sudah dimotivasi dan difasilitasi oleh gurunya untuk bisa belajar sendiri.

Bagaimana dengan kita duhai guru dan orang tua?