Silaturrahim ke Bang YAN, Singapore 2014

November 11, 2014

Saya punya sahabat yang sudah akrab sejak tahun 2006. Bang YAN nama panggilannya. Dia orang Melayu tinggal di Singapura, asli Singapura. Dia dan orang tuanya kala itu, berniaga dengan membuka restoran Melayu di bilangan Selegie Road, Singapore. Alhamdulillah, bermula dari saya sebagai konsumen di restorannya, sejak saat itu hingga kini masih sangat akrab bersahabat dengannya. Bahkan, jika saya tidak menelpon atau berkunjung ke Singapura, dia selalu menanyakan, bahkan seringkali meminta saya berkunjung kesana.

Alhamdulillah, sudah beberapa kali saya berkunjung ke kediamannya di wilayah Teck Whye Lane Apt, Singapore. Seringkali saya menginap di rumahnya. Sudah layaknya saudara kandung.

Bang YAN beristrikan gadis Melayu Singapura juga, Kak YATI panggilannya. Mereka dikaruniai dua orang anak, yang pertama putri, bernama WAHIDA dan yang kedua putra, bernama AKMAL.

Tahun 2014 kali ini, saya berkesempatan bersilaturrahim lagi ke rumahnya, dengan membawa serta keluarga saya, istri dan anak-anak semuanya, alhamdulillah…

Berangkat jumat pagi, 7 November 2014, kami berangkat terlebih dahulu ke Kuala Lumpur. Disana kami berkunjung ke beberapa tempat favorit, seperti: Menara Petronas, Masjid Raya, Petaling Street, China Town, Tanah Merdeka, dan lain-lain…

Sore harinya kami singgah dan menginap di sebuah hotel wilayah Johor Bahru, Malaysia. Hampir waktu  Isya kami baru sampai di hotel. Setelah istirahat sejenak dan shalat, kami sekeluarga berkeliling mengitari seputaran Johor Bahru. Santap malam di kedai Melayu, berkeliling di Mall yang ada, hingga cukup larut…

Pagi harinya kami segera menyebrang ke Singapura, tentu untuk bersilaturrahim dengan keluarga Bang Yan dan berkeliling menikmati beberapa tempat wisata di Singapura.

Hampir selalu, betatapun Bang Yan sibuk dengan usaha yang dijalankannya, dia selelu menyempatkan untuk mendampingi kami berkeliling Sinagpura, itulah kebiasaanya jika saya berkunjung…

Malam harinya, kami sekeluarga “dipaksa” bermalam di rumahnya, meskipun saya ingin menginap di hotel saja karena membawa banyak “pasukan”, hehe… Tapi, lagi-lagi, itulah tabiat baiknya Bang Yan, selalu meminta saya menginap di rumahnya…

Keesokan harinya, Ahad 9 November 2014, setelah puas berkeliling lanjutan di Singapura, kami kembali ke Jakarta dengan penerbangan Air Asia terakhir ke Jakarta.

Alhamdulillah, selalu manis kenangan bersama keluarga Bang Yan… Semoga Allah merahmatinya dan keluarga. Suatu saat nanti mereka ingin ke Bandung, tentu akan saya sambut dengan gembira, insya Allah…

Advertisements

Perjalan Murah Singapura dan Malaysia

June 12, 2014

zay_singCukup lama saya menjanjikan teman guru di SMK Negeri 40 Jakarta Timur untuk menemani mereka ke Singapura dan Malaysia dengan biaya yang relatif murah. Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga niat itu, pada tanggal 2-4 Mei 2014 (3 hari 2 malam) kami pergi kesana.
Diawali dengan mencari tiket murah dengan pesawat AirAsia. sebenarnya, asalkan kita agak sabar dan jauh-jauh hari mencari, biasanya dapat yang murah, bahkan murah banget. Tapi, karena saya mencari agak dekat waktu berangkat, makanya tiketnya lumayan mahal, meskipun sebenarnya lebih murah dibanding maskapai lain.
Rute pergi-pulang: Jakarta-Singapura-Jakarta. Ini adalah rute yang lebih murah dibandingkan mengambil rute Jakarta-Malaysia-Singapura-Jakarta, atau Jakarta-Singapura-Malaysia-Jakarta.
Sedangkan untuk penginapan, saya ambil rumah sewaan, kebetulan milik orang Indonesia, sehingga lebih mudah komunikasi dan bisa bayar dengan BCA. Menurut saya, harganya lumayan murah, hampir sebanding denga hotel yang paling murah (Hotel loh, bukan hostel…). Padahal, lokasinya di pusat kota, belakang ORCHARD ROAD.
Rencana perjalanan kami:
Hari-1 (Jumat): Singapura (sehari semalam, menginap di singapura).
Hari-2 (Sabtu): Malaysia-Johor bahru (sehari semalam, menginap di Johor).
Hari-3 (Minggu): Singapura (seharian, malam pulang ke Jakarta).
Bismillah… Tanggal 2 mei 2014, sengaja berangkat pagi-pagi sekali untuk memaksimalkan keliling di Singapura di hari pertama. Kami ambil jadwal penerbangan jam 05.30, sampai di Singapura jam 08.30 waktu SIngapura. Demi pengiritan (hehe..), kami berkeliling Singapura dan malaysia naik MRT atau bus.
Hari-1: Singapura
-Sesampai di Airport Changi, kami naik kereta airport untuk keluar menuju rute MRT, namanya Tanah Merah (gratis). Sesampai disana, barulah beli tiket MRT SGD 12 (kartu chip berisi SGD 7, harga kartu SGD 5).
-Dengan naik MRT itulah kami menghabiskan waktu untuk berkeliling Singapura seharian, seperti USS (Universal Studio), Merlion (patung Singa ), Singapore Flyer (naik kincir/kapsul raksasa, bisa lihat hampir semua penjuru Singapura),  Marina Bay, Clark Quay (wisata pinggir sungai, naik perahu), dll.
-Hingga malam kami menghabiskan waktu untuk jalan-jalan menikmati berbagai wisata Singapura (karena hari-1 hanya untuk jalan-jalan…)
-oh ya, untuk makan, yang bernuansa Indonesia atau melayu, sebenarnya banyak di berbagai tempat atau mall. Tetapi kami lebih banyak makan di mall Lucky Plaza (mall yang paling dikenal orang Indonesia, karena murah dan bervariasi, juga banyak restoran Indoensia).
Hari-2: Malaysia (Johor Bahru)
-Rencana ke Malaysia, kami hanya menuju Johor Bahru, tidak jadi ke KL (Kuala Lumpur), karena ke KL membutuhkan waktu lama, naik bus saja harus 6-7 jam baru sampe KL, belum lagi jalan-jalan dan balik lagi ke Singapura. Jadi, kami hanya ke Johor yang waktu tempuh dari Singapura hanya 30 menit -1 jam saja. Ditambah lagi sudah cukup lumayan di Johor ada yang bisa dikunjungi, diantaranya LEGO LAND (tempat main seperti Dufan), KITTY LAND (tempat main anak-anak bernuansa boneka Hello Kitty) dan JPO (Johor Premium Outlet, ini tempat favorit Ibu-ibu untuk belanja barang branded, tapi harganya lebih murah).
-Pagi-pagi sesudah sarapan, kami bergegas ke Johor Bahru-Malaysia naik bus. Bus untuk menyebrang ke Johor sebenarnya banyak, murah dan cepat. Banyak tersedia di berbagai tempat di wilayah barat, seperti BUGIS, WOODLAND, MARSILING, KRANJI ataupun JURONG EAST. Ongkos bus relatif murah, hanya dengan SGD 4 sudah sampe ke LEGO LAND Johor bahru, kalo cuma nyebrang ke Johor, malahan ongkos lebih murah SGD 2. Banyak jenis/merk bus disana, diantaranya CAUSEWAY LINK. Bebas mau naik apa aja, harganya sama kok…
-Sewaktu menyebrang ke Johor, kita akan melewati imigrasi Singapura untuk keluar. Harus bergerak cepat loh, karena tas/ransel kita harus dibawa sendiri turun dari bus. Setelah proses imigrasi kita ke pintu keluar, dan langsung naik bus yang tadi kita naik. kalo kita ketinggalan bus yang tadi kita naik, gak masalah, karena kita tunggu bus yang sejenis berikutnya. gak lama kok, paling nunggu 10-15 menit.
-Pas selesai nyebrang jembatan Singapura-Malaysia, kini giliran turun bus lagi untuk proses imigrasi masuk ke malaysia, caranya hampir sama seperti di imigrasi Singapura. Tas/ransel kita bawa turun, lalu proses dan naik bus lagi.
Ada cara yang lebih simpel, kalo gak mau ribet. Nyebrangnya naik taksi aja di stasiun atau terminal BUGIS. Dari sana naik taksi SGD 40 untuk 4 orang sampe ke Johor. Kalo mau langsung ke LegoLand lebih mahal, bisa sampe SGD 70 untuk berempat. Asiknya, pas proses imigrasi, kita gak usah turun dari mobil waktu diperiksa, cuma dilihat dan ditanya nama aja.
-Sesudah sampe di LegoLand, terserah deh.. mau masuk dan menikmati semua fasilitas dan mainan bayar tiket 140 Ringgit, disitu kita bisa mainan air (kaya water park), dan lain-lain, tapi yang cukup unik, ada MINI BUILDING, bentuk mini dari berbagai bangunan di berbagai negara, seperti: Petronas-Malaysia, Merlion-Singapore, Karaweik Hall-Myanmar, Wat Arun-Thailand, Pura tanah Lot-Bali-Indonesia, Hoi Ann-Vietnam, Masjid Sultan-Brunei, Patuxai-Laos. Semuanya dalam bentuk mini yang terbuat dari Lego.

Bagi yang gak mau masuk ke dalam karena lumayan mahal (RM 140= Rp500rb-an loh…), ya udah cukup foto-foto di depan dan sekitarnya aja, sambil jajan dan kaman deh…

-Selepas dari LegoLand, sekitar sore jam 16.30 waktu Malaysia, siap-siap menuju Bus, karena yang terakhir jam 17.30. Terserah, mau langsung ke JPO untuk belanja atau ke hotel dulu, taro tas, mandi, makan, barulah ke JPO.

-Malam hari kami menginap di CITRUS HOTEL, menurut saya lumayan murah, walopun tempatnya kelihatan kecil tapi kamarnya lumayan luas, staffnya ramah. Lokasi hotel tempat kami menginap, di pusat Johor bahru, deket ke berbagai mall (CITY SQUARE, JOHOR) dan gampang cari makan, di samping hotel aja banyak kedai-kedai.

Hari-3: Singapura – Belanja

-Pagi-pagi selepas sarapan, kami bersiap kembali ke Singapura. Karena sebagian sudah kecapean, kami naik taksi ke Singapura. Kami naik dari terminal taksi di Johor bahru. dari hotel jalan kaki sekitar 15 menit, tapi kalo naik taksi dari hotel ke terminal RM 5.

o ya, kalo mau naik taksi dari Johor ke Singapura, ternyata hanya taksi yang berwarna kuning, itu yang khusus untuk menyebrang. Kalo taksi lain gak boleh. Ongkos taksi RM 70 untuk berempat.

-Seperti waktu nyebrang Singapura-Johor, kembalinya pun sama, harus melewati 2 imigrasi, pertama Malaysia (keluar) dan kedua Singapura (masuk lagi). Tapi karena naik taksi, jadi kami gak usah repot turun, pemeriksaan di dalam mobil.

-Sesampai di Singapura, kami menghabiskan waktu untuk belanja sebelum pulang sore harinya. Banyak tempat yang bisa dikunjungi, walaupun sebenarnya gak banyak bedanya, yang murah-meriah di berbagai tempat kurang lebihnya sama aja, ada di Lucky Plaza (orchard), China Town, Bugis, Mustafa Center, dll. Kalo yang branded juga hampir sama di berbagai tempat, misalnya di orchard ada TANGS PLAZA, TAKASHI MAYA, dll.

-Alhamdulillah, akhirnya kami bersiap kembali ke Airport Changi setelah cape seharian keliling berbelanja.

-Sekitar pukul 22.00 kami tiba di Jakarta, alhamdulillaaaah…. semoga temen-temen guru SMKN 40 Jakarta Timur merasa puas saya temani jalan-jalan dengan biaya yang relatif murah. Oh ya… ternyata masing-masing menghabiskan kurang lebih Rp 2,2 juta-an. Lumayan lah, 3 hari 2 malem ke Singapura-Malaysia, hehehe….


Irwandi Jaswir: Ilmuwan Indonesia yang Mengharumkan Malaysia di Dunia

February 29, 2012


Irwandi Jaswir, alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB), meraih posisi ke-2 dalam ‘Anugerah Saintis Muda Asia Pasifik 2009′ di Bangkok.
Irwandi, yang kini berpangkat profesor madya, itu mewakili tempatnya bekerja di Departemen Biotechnology Engineering, International Islamic University Malaysia.
Kompetisi prestisius itu diprakarsai oleh Scopus, situs basis data pencarian jurnal ilmiah dan indeks kutipan terbesar di dunia.
Tahun 2009, ada 150 pencalonan dari 23 negara di Asia Pasifik dalam tiga kategori, yaitu bisnis, pertanian dan sumber daya alam, serta teknologi dan engineering. Irwandi berkompetisi di bidang pertanian dan sumber daya alam.
”Penilaian oleh panel juri terdiri dari 3 orang untuk setiap bidang. Mereka adalah para pakar dan profesor berkaliber dunia yang mempunyai rekor karya ilmiah di Scopus,” kata Irwandi.
Setelah disaring, lima finalis setiap kategori diundang untuk mempresentasikan karya serta pencapaian mereka di hadapan para juri di Asian Institute of Technology, Bangkok awal Juni lalu. Irwandi menjadi satu-satunya finalis orang Indonesia. Finalis lain berasal dari Singapura, Malaysia, Australia, Jepang, China, India, Taiwan, Hongkong, dan Thailand.
Irwandi Jaswir lahir di Medan pada 20 Desember 1970 namun dibesarkan di kampung halamannya di Bukittingi, Sumatera Barat. Setelah menuntaskan studinya di SMAN I Bukittinggi.
Irwandi meneruskan pendidikannya di Institut Pertanian Bogor (IPB) lewat jalur mahasiswa undangan. Menyelesaikan program studi Teknologi Pangan dan Gizi pada awal 1994.
Irwandi kemudian mendapat beasiswa pemerintah Malaysia untuk melanjutkan pendidikan S-2 di Universiti Pertanian Malaysia (UPM) tahun 1994-1999 pada bidang Kimia dan Biokimia Pangan.
Pada tahun 1997, mantan Sekjen dan Presiden PPI se-Malaysia ini berkesempatan melanjutkan pendidikan doktoral pada bidang yang sama di UPM dan University of British Columbia, Kanada (1997-2000) dengan fasilitas beasiswa hasil kerjasama pemerintah Malaysia dan Kanada.
Ayah tiga orang anak ini memulai karir di Department of Biotechnology, International Islamic University Malaysia (IIUM), Kuala Lumpur pada 2001 sebagai Assistant Professor.
Irwandi pernah menjabat sebagai Head Department dan Deputy Dean (Student Affairs) di kampusnya, pemilik puluhan artikel ilmiah di jurnal luar negeri ini meraih gelar Associate Professor pada 2004, tahun dimana dia juga berhasil menyelesaikan pendidikan Diploma dalam bidang Islamic Revealed Knowledge di IIUM.
Kini Irwandi menjadi peneliti tamu di National Food Research Institute (NFRI), Tsukuba, Jepang pada bidang Bioteknologi Pangan hingga 2008.
Ayah tiga anak yang beristrikan seorang dokter gigi ini telah menerima 23 anugerah sains di tingkat lokal dan internasional, termasuk medali emas di Geneva pada 2006 atas inovasinya dalam metode pendeteksian lemak babi.
Dia memiliki catatan 40 karya ilmiah di jurnal internasional serta 60 karya ilmiah di konferensi internasional. Belum lagi puluhan artikel ilmiah populernya di berbagai media massa, serta lima artikel bab buku (book chapter) di buku ilmiah internasional.
Di antara anugerah ilmiah yang pernah diraih urang awak yang juga penulis tetap Tabloid Bola ini adalah:
Medali Emas (Project: Rapid Method for Detection of Non-halal Substances in Food) dan Perak (Project: Novel Rapid Analytical Techniques for fats and oils industry Novel Rapid Analytical Techniques for fats and oils industry) pada The 34th International Exhibition of Inventions, New Techniques and Products of Geneva, 5-9 April 2006;
Medali Perak pada 16th International Invention Innovation Industrial Design & Technology Exhibition 2005 (ITEX 2005), Kuala Lumpur;
Peneliti Terbaik International Islamic University Malaysia (IIUM) 2004; serta
Nominee 2006 Selangor Young Scientist Award di Malaysia.

Sumber informasi dan Inspirasi:
http://indonesiaproud.com/


Belajar dari Malaysia

March 11, 2011

Saya mengamati Malaysia (terutama Kuala Lumpur) kesekian kalinya (terakhir Maret 2011), saya memang melihat kelebihan Malaysia dibanding negeri kita, meskipun sebenarnya belum terlalu banyak. Baca Lengkap Read the rest of this entry »


Mengamati Pendidikan di Singapura dan Malaysia

March 11, 2011

Melawat ke Singapura dan Malaysia maret 2011 yang lalu, saya mendapati pendidikan di Singapura dan Malaysia lebih baik dalam beberapa hal.
Pengamatan sederhana saya adalah: Baca Lengkap Read the rest of this entry »


Belajar dari Perjalanan ke Luar Negeri Murah

March 11, 2011

Jika kita mencoba searching tentang trik jalan-jalan murah, akan banyak didapati, seperti ZIKRI.COM, WONGKENTIR.BLOGDETIK, atau lainnya memang relatif berhasil (It Works…!!!). Baca Lengkap Read the rest of this entry »


Belajar dari AIR ASIA

March 11, 2011

Sebagian besar kita mungkin sudah tahu tentang penerbangan murah maskapai AIR ASIA. Baca Lengkap Read the rest of this entry »