Melatih Guru Sekolah Sasaran Kurikulum 2013

June 5, 2016

20160528_071538Sesudah pelatihan Kurikulum 2013 untuk SMK terhadap Instruktur Kota/Kabupaten, di Jakarta, mulai hari Selasa hingga Sabtu, 23-28 Mei 2016, dilakukan pelatihan bagi Guru Sekolah Sasaran (GSS), baik sekolah yang mandiri maupun sekolah negeri yang menjadi klaster atau pendamping bagi sekolah swasta di sekitarnya.

Pelaksanaan pelatihan dibagi di beeberapa lokasi, dengan pembagian berdasarkan mata pelajaran ataupun status/jabatan. Beberapa sekolah yang dijadikan tempat pelatihan, seperti SMKN 10, 26, 45, 57 dan lainnya.

Alhamdulillah, saya mendapat kesempatan dan tugas memberikan pelatihan bagi guru mata pelajaran produktif dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum di SMKN 57 Jakarta.

Hampir semua peserta sudah meiliki landasan pemahaman tentang Kurikulum 2013, karena memang semuanya sudah menerapkan di sekolahnya. Meskipun demikian, mereka tetap sangat antusias mengikuti pelatihan. Mungkin, karena rasa penasaran ingin melihat pembaharuan seperti apa yang terjadi pada Urikulum 2013.

semoga saja, langkah kecilku ini menjadi bagian terpenting dalam mempersiapkan landas pacu pendidikan terbaik bagi bangsa Indonesia tercinta, khususnya di Jakarta, aamiin…


Pelatihan Kurikulum 2013 di SMAN Ragunan

October 12, 2015

Meskipun sudah pernah beberapa kali mengikuti pelatihan kurikulum 2013, kali ini saya kembali ditugaskan untuk mengikuti pelatihan di SMA Negeri (Olah Raga) Ragunan, yang berlangsung 10 hari: 12-24 Oktober 2015.

Dengan dipandu para Widya Iswara dari LPMP Jakarta, kami mendapat pencerahan dan pembinaan tentang implementasi Kurikulum 2013, yang konon digadang akan menjadi “Kurikulum Nasional”.

Kegiatan berlangsung sejak pukul 08.00 hingga pukul 16.00 setiap harinya. Selepas istirahat siang, ISOMA (Istirahat, Sholat, Makan), kami harus bekerja kelompok untuk menyusun berbagai perangkat yang diimplementasikan dalam Kurikulum 2013.

Semoga saja menjadi langkah yang lebih baik bagi kurikulum negeri ini, yang entah akan menjadi seperti apa di masa yang akana datang…


Rencana Kurikulum Baru Pendidikan Kita

October 4, 2012

Berdasarkan informasi yang beredar di berbagai media massa, bahwa saat ini pemerintah  tengah mempersiapkan kurikulum baru yang diharapkan dapat rampung pada bulan Februari 2013

Kurikulum tampaknya masih terus berubah, sehingga terkadang ada komentar sinis “ganti menteri, ganti kurikulum”. Dari sisi positifnya, kurikulum memang harus berubah sesuai dengan sifatnya yang dinamis, apalagi menyangkut manusia yang selalu mengalami perubahan (mudah-mudahan memang demikian, bukan karena kita tidak memiliki arah yang jelas, bukan pula karena terus menerus trial and error).

Sebelum disahkan dan diaplikasikan, terlebih dahulu pemerintah akan melakukan uji publik terhadap rancangan kurikulum baru ini untuk memperoleh kritik dan masukan dari masyarakat. Kurikulum baru ini merupakan evaluasi dari seluruh mata pelajaran dan akan diterapkan pada semua jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi.

Dilihat dari konten,  kurikulum baru ini akan memangkas sejumlah mata pelajaran. Di tingkat Sekolah Dasar (SD)  jumlah mata pelajaran hanya empat yakni Bahasa Indonesia, PPKn, Matematika dan Agama, dengan tetap mengacu kepada  Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang ditetapkan. Terkait dengan mata pelajaran IPA dan IPS,  yang sempat diisukan akan ditiadakan,  kedua mata pelajaran ini  tetap akan diberikan kepada siswa  dalam bentuk yang  berbeda, terintegrasi dengan mata pelajaran lain (Khairil Anwar Notodiputro,  JPNN.com).

Sementara, untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak tujuh mata pelajaran dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 10 mata pelajaran. (Inilahjabar.com). 

Dilihat dari strategi, kurikulum baru ini akan menekankan pada model pembelajaran tematik yang mengarah pada pendidikan karakter. Dengan pendidikan bersifat tematik akan dapat mengembangkan tindak kompetensi penting, yakni perilaku, keterampilan, dan pengetahuan. Selain itu, melalui pendekatan tematik ini, diharapkan  dapat  memberikan ruang gerak bagi siswa untuk berekspresi seluas-luasnya dalam mengembangkan segenap potensi yang dimilikinya.

Menurut Musliar (AntaraNews.com): “Pendidikan karakter akan lebih banyak dipelajari siswa di tingkat sekolah dasar dimulai sejak dini, semakin tinggi jenjangnya, pelajaran terkait pendidikan karakter berkurang dan diganti dengan pelajaran keilmuan”.

Hal senada disampaikan oleh Prof. Kacung Marijan, MA, Staf ahli Mendikbud, bahwa: “Kurikulum pendidikan yang baru nanti akan mengubah mindset pendidikan yang bersifat akademik menjadi dua paradigma yakni akademik dan karakter, bahkan pendidikan karakter akan lebih banyak di tingkat pendidikan dasar atau TK dan SD, karena karakter itu merupakan pondasi pendidikan”. (Kompas.com)

Sumber:  http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2012/09/30/kurikulum-baru/#more-21985  (dengan beberapa editan).