Astaghfirullah… Ironisnya Kebodohan Sebagian Remaja Islam

August 2, 2014

Astaghfirullah al-‘azhiim… Beginilah kondisi realita kebodohan kaum Muslimin, termasuk di dalamnya, sebagian kaum muda…

Sementara, sebagian besar dunia mengutuk KEBIADABAN ISRAEL atas pembantaian kaum Muslimin dan warga Palestina di Gaza, Bagi yang Muslim, tentu bersimpati dan berurai air mata atas pembantaian kaum Muslimin dan warga palestina,  sedangkan bagi Non Muslim, bersimpati bahkan berurai air mata atas pembantaian etnis, simpati kemanusiaan seperti gambar-gambar di bawah ini…

  

  

Bahkan…,  orang Non Muslim juga bersimpati ….

  

Tapi…?  Sebagian anak bangsa negeri kita ada yang justru dengan kebodohannya, atau malah kesengajaannya (?)  mendukung ISRAEL yang BIADAB itu…

sumber: akun fb Abdillah Onim (Jurnalis TVOne untuk Gaza).

Lalu…, Apa yang pantas dan harus kita lakukan untuk menyelamatkan mentalitas generasi bangsa kita (pada umumnya)  dan ummat Islam bangsa Indonesia (khususnya)? 


Gara-Gara IDDAH, Pemimpin Yahudi Masuk Islam

September 6, 2012

Gara-Gara Iddah, Pemimpin Yahudi Masuk Islam

REPUBLIKA.CO.ID, AMERIKA —

Robert Guilhem, pakar genetika dan pemimpin yahudi di Albert Einstein College menyatakan dengan tegas soal keislamannya. Dia masuk Islam setelah kagum dengan ayat-ayat Al-Quran tentang masa iddah wanita muslimah selama tiga bulan. Massa iddah merupakan massa tunggu perempuan selama tiga bulan, selama proses dicerai suaminya.

Seperti dikutip dari societyberty.com, hasil penelitian yang dilakukannya menunjukkan, massa iddah wanita sesuai dengan ayat-ayat yang tercantum di Alquran. Hasil studi itu menyimpulkan hubungan intim suami istri menyebabkan laki-laki meninggalkan sidik khususnya pada perempuan.

Dia mengatakan jika pasangan suami istri (pasutri) tidak bersetubuh, maka tanda itu secara perlahan-lahan akan hilang antara 25-30 persen. Gelhem menambahkan, tanda tersebut akan hilang secara keseluruhan setelah tiga bulan berlalu. Karena itu, perempuan yang dicerai akan siap menerima sidik khusus laki-laki lainnya setelah tiga bulan.

Bukti empiris ini mendorong pakar genetika Yahudi ini melakukan penelitian dan pembuktian lain di sebuah perkampungan Muslim Afrika di Amerika. Dalam studinya, ia menemukan setiap wanita di sana hanya mengandung sidik khusus dari pasangan mereka saja.

Penelitian serupa dilakukannya di perkampungan nonmuslim Amerika. Hasil penelitian membuktikan wanita di sana yang hamil memiliki jejak sidik dua hingga tiga laki-laki. Ini berarti, wanita-wanita non-muslim di sana melakukan hubungan intim selain pernikahannya yang sah.

Sang pakar juga melakukan penelitian kepada istrinya sendiri. Hasilnya menunjukkan istrinya ternyata memiliki tiga rekam sidik laki-laki alias istrinya berselingkuh. Dari penelitiannya, hanya satu dari tiga anaknya saja berasal dari dirinya.

Setelah penelitian-penelitian tersebut, dia akhirnya memutuskan untuk masuk Islam. Ia meyakini hanya Islam lah yang menjaga martabat perempuan dan menjaga keutuhan kehidupan sosial. Ia yakin bahwa perempuan muslimah adalah yang paling bersih di muka bumi ini.

Redaktur: Dewi Mardiani
Reporter: Umi Lailatul