Pertemuan Alumni Haji 2011

October 12, 2015

Alhamdulillah, Alumni Haji tahun 2011 masih begitu aktif dan solid dalam silaturrahim dan ukhuwwah. masih secara rutin mengadakan pertemuan dua bulanan, berpindah-pindah ke rumah masing-masing jamaah. Dan, pertemuan kali ini, Ahad, 11 Oktober 2015, bertempat di kediaman saya sendiri.

Jamaah yang hadir masih cukup stabil, lebih dari 60% sejak awal pertemuan dialkukan, alhamdulillah…

Seperti biasa, pertemuan dilakukan dengan tadarrus Al-Quran bersama, Taushiah dari salah seorang diantara kami, pengumuman dan persetujuan tempat pertemuan berikutnya dan diakhiri dengan doa bersama.

Semoga silaturrahim dapat berlanjut dan memberi banyak manfaat dan berkah, aamiin…

Advertisements

Walimatus Safar di Attqwa 4 Pamulang dan Attaubah Vila Pamulang

July 17, 2015

Alhamdulillah, saya diundang untuk membekali dan mendoakan jamaah masjid Attaqwa 4, komplek Pamulang II, Tangerang Selatan,  yang akan menunaikan ibadah haji tahun ini 1436H/ 2015.

Sejak pukul 10.00 hingga jelang zhuhur, pada Sabtu 15 Agustus 2015, saya mengajak jamaah calon haji dan hadirin semua untuk mengupayakan secara maksimal beribadah ke Tanah Suci. Dan, jika melaksanakan ibadah haji harus benar-benar memahami syarat dan rukun yang benar sesuai sunnah Rasulullah SAW, sehingga ibadah yang mahal, lama dan jauh itu dapat maqbul dan mabrur sehingga beroleh kemuliaan.

Dan yang jauh lebih penting lagi adalah memaknai dan mengamalkan dalam realita nilai-nilai keutamaan ibadah haji dalam kehidupan sehari-hari, insya Allah, aamiin…

———

Masih di hari yang sama, Sabtu 15 Agustus 2015, selepas shalat zhuhur berjamaah di Masjid Attaqwa 4 Pamulang, saya melanjutkan silaturrahim ke seorang Ibu jamaah Masjid Attaubah komplek Vila Pamulang, Tangerang Selatan. Berlokasi di Jalan Amarta, Vila Pamulang.

Alhamdulillah, hingga pukul 15.00 acara pun berakhir. Semoga Allah merahmati ibadah haji mereka dan menjadi pahala dan doa bagi kami semua yang mendoakan, aamiin…


Ceramah HAJI, Walimatus Safar 1435H

August 25, 2014

Diantara kebiasaan sebagian Muslim yang hendak pergi beribadah Haji, adalah mengadakan kegiatan tasyakuran dan mohon doa pada kegiatan “Walimatus Safar Haji”. Kegiatan ini memang tidak ada contoh persis dari Baginda Nabi Muhammad SAW, namun jika ditilik dari tujuan dan manfaatnya, selama tidak ada aspek mudhorot dan pelanggaran syariat Islam, maka silaturrahim itu menjadi baik, insya Allah, Wallohu a’lam…

di Tahun 2014 atau 1435H kali ini, saya mendapat kesempatan dan amanah untuk hadir di beberapa acara Walimatus Safar Haji, diantaranya:

  1. Di Cinangka, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, pada Sabtu, 23 Agustus 2014.
  2. Di Bu Sumijan, komplek Reni Jaya RT004/20, Pamulang, Tangerang Selatan, pada Ahad malam, 24 Agustus 2014.
  3. Di kantor BATAN, Pasar Jumat, Lebak Bulus, Tangerang Selatan, pada Selasa pagi, 26 Agustus 2014.

Saya selalu menekankan tentang pentingnya upaya maksimal bagi setiap Muslim untuk beribadah haji, karena pada umumnya bukan karena tidak mempunyai dana, tetapi kurangnya kesungguhan.

Dalam pelaksanaan ibadah Haji, saya menekankan tentang pentingnya memahami tata cara ibadah haji dengan benar, sehingga pelaksanaan ibadah tidak sia-sia. Ditambah lagi dengan sikap perilaku yang kadang dapat menghapus nilai kemuliaan ibadah haji.

Semoga Allah memberikan kesempatan dan kesungguhan kepada kita yang belum sempat beribadah haji dan memberikan kesempurnaan tata laksana ibadah bagi yang beribadah haji, aamiin…


Penghina Islam Itu Kini Naik Haji

October 21, 2013

SIAPA sangka seorang penghina Islam menunaikan ibadah haji? Begitulah faktanya yang dialami Arnoud Van Doorn.

Awal 2008 lalu, Van Doorn pernah membuat gempar dunia. Kala itu ia bersama Geert Wilders, membuat film berjudul Fitna yang menghina umat Islam dan Alquran.

Namun, sekitar lima tahun kemudian situasi berbalik 180 derajat. Tepatnya 27 Februari 2013, Van Doorn sekali lagi mengejutkan dunia. Melalui Twitter, mantan politisi Partai Kebebasan Belanda itu mengumumkan dirinya masuk Islam dan kemudian naik haji.

Dan, musim haji tahun ini, ia berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan rukun Islam kelima. “Saya menemukan diri saya di antara hati-hati yang yakin. Saya berharap air mata penyesalan saya mengeluarkan semua dosa-dosa setelah pertaubatan saya,” kata Van Doorn, seperti dilansir Tribunnews dari Saudi Gazette, Sabtu (19/10/2013).

Van Doorn berjanji, sebagai tanda penebusan, ia akan memproduksi film baru yang menunjukkan esensi sejati Islam dan kepribadian yang benar tentang Nabi Muhammad SAW. Van Doorn pun menegaskan, film Fitna benar-benar salah, karena sarat informasi yang menyesatkan.

Sejak kedatangannya di Tanah Suci, Van Doorn mengaku telah menjalani hari terbaik dalam hidupnya. Ia pun berharap bisa menghabiskan lebih banyak waktu di Madinah.

“Saya merasa malu berdiri di depan makam Nabi. Saya pikir kesalahan besar yang telah saya buat dengan memproduksi film tercela itu. Saya berharap bahwa Allah akan mengampuni saya dan menerima taubat saya,” ujar Van Doorn seraya menitikkan air mata.

Sang produser film Fitna ini mengakui, sejak kedatangannya di Mekkah, ia tak mampu membendung air matanya. Ia merasakan bahwa haji adalah momen paling indah dalam hidupnya.

Kepada suratkabar Saudi Ukaz, mantan wakil Ketua Partai Kebebasan (PVV) Belanda itu mengaku bahwa dalam Islam, ia mendapatkan apa yang selama ini dicarinya.

Ibadah haji pun dimanfaatkannya untuk memohon ampun atas kesalahannya selama ini. Sejak filmnya memantik heboh di dunia, dan kebijakan partainya yang selalu memusuhi Islam, sejak itu pula hatinya terusik.

Rasa penasaran Van Doorn terhadap Islam makin tak terbendung. Ia mulai mempelajari apa itu Islam yang sebenarnya. “Saya benar-benar mulai memperdalam pengetahuan saya tentang Islam karena penasaran,” kenangnya kala hidayah Islam menghampirinya.

Rasa penasaran itu membuat Van Doorn mencari terjemah Alquran, hadits, dan buku-buku referensi Islam. Hari demi hari ia lalui dengan membaca dan mengkaji buku-buku itu satu per satu, tanpa meninggalkan aktifitasnya yang lain.

Selama ini Van Doorn hanya tahu Islam dari perkataan orang-orang yang membencinya. Orang-orang yang dekat dengan Van Doorn sebenarnya tahu, bahwa Van Doorn membaca referensi Islam, tapi agaknya mereka tak sampai berpikir bahwa itu akan menjadi jalan hidayah bagi Van Doorn.

Damai Nan Indah

Lazim dalam dunia mereka, mengkaji pemikiran atau paham tanpa harus mempercayai dan mengikutinya. Bahkan, tak sedikit orang yang mempelajari Islam untuk kemudian menyerangnya.

Van Doorn menghabiskan waktu hampir setahun untuk mengkaji Alquran, sunnah dan sejumlah referensi Islam. Ia juga menyempatkan berdialog dengan penganut Islam untuk mengetahui lebih dalam tentang agama yang menarik hatinya itu.

“Orang-orang di sekitar saya tahu bahwa saya telah aktif meneliti Alquran, sunnah dan tulisan-tulisan lain selama hampir setahun ini. Selain itu, saya juga telah banyak melakukan percakapan dengan muslimin tentang agama,” tutur Van Doorn dilansir televisi Al-Jazirah Inggris.

Semakin lama mempelajari Islam, Van Doorn makin tertarik. Ia mulai merasakan Islam sebagai sesuatu yang spesial. Meskipun sebelumnya ia juga memiliki pondasi agama lain yang dipeluk sejak kecil.

Apa yang selama ini ada di benaknya, bahwa Islam itu fanatik, menindas wanita, tak toleran, membabi-buta memusuhi Barat, perlahan sirna. Van Doorn menemukan Islam sebagai sesuatu yang sama sekali berbeda dari apa yang pernah ia sangka.

Van Doorn juga menemukan, Islam sebagai agama yang cinta damai. Tidak seperti tuduhan Barat yang selama ini mencitrakan Islam sebagai teroris.

“99 persen kaum muslimin adalah pekerja keras dan pecinta damai. Jika lebih banyak orang mempelajari Islam yang benar, makin banyak orang yang akan melihat keindahan itu,” tegas Van Doorn.

Jalan hidayah bagi Van Doorn kian terbuka lebar ketika bertemu muslimin, Aboe Khoulani yang notabene rekannya yang menjabat di Dewan Kota Den Haag. Selain menjelaskan Islam lebih mendalam, menghubungkan Van Doorn dengan Masjid As-Soennah.

Kini, sebagai penebus atas kesalahannya membuat film Fitna, Van Doorn berjanji membuat karya besar untuk melayani Islam.

“Saya berdoa semoga air mata saya ini mampu menghapus segala dosa yang telah saya lakukan di masa lalu, dan saya akan bekerja untuk menghasilkan karya besar guna melayani Islam dan kaum muslimin setelah kembali dari ibadah haji ini,” tandas Van Doorn dengan wajah berseri. (tribunnews/alb)

Sumber: TRIBUN NEWS.COM
http://id.berita.yahoo.com/penghina-islam-itu-kini-naik-haji-140951031.html


Melepas Jama'ah Calon Haji

November 29, 2008

Alhamdulillah…

Rabu pagi, 19 Nopember 2008, jama’ah calon haji yang selama ini saya dampingi, berangkat ke tanah suci.

Sejak masih berada di rumah, saya dampingi beliau untuk shalat 2 raka’at dan berdoa sebelum keberangkatan.

Sesudah siap semuanya, menjelang keluar rumah beliau pun berpamitan kepada keluarga dan berdo’a, barulah berangkat langsung menuju BANDARA SUKARNO-HATTA (karena mereka jamaah haji khusus, sehingga tidak harus ke Asrama Haji Pondok Gede). Rencana beliau take off pada jam 13.00wib.

Alhamdulillah, saya dapat kabar malam harinya, bahwa beliau dan para jamaah lainnya sudah sampai di Jeddah dengan selamat dan lancar.

Ya Allah, jadikanlah keduanya sebagai HAJI yang MABRUR, Sa’i yang penuh rasa syukur dan dosa yang diampuni, amin………


Walimatus Safar Jama'ah Calon Haji

November 29, 2008


Sabtu pagi, 15 Nopember 2008, saya bergegas menuju Bogor, karena di sanalah salah seorang jama’ah (orang tua) saya harus bersilaturrahim dengan sanak famili dan tetangga serta handai taulan, sementara, saya diminta beliau untuk memberikan taushiah/siraman rohani dan mendoakan.
Jam 9.30 acara sudah dimulai, dan alhamdulillah jam 10.30 sudah selesai.
Do’aku untuk beliau yang saya sangat hormati: Ya Allah, jadikanlah keduanya sebagai HAJI yang MABRUR, Sa’i yang penuh rasa syukur dan dosa yang diampuni, amin………

Sekitar ba’da zhuhur, saya bergegas kembali ke Jakarta, karena ba’da ashar harus menjumpai ibu-ibu di Masjid “Al-Muhajirin” Vila Pamulang untuk mengisi taushiah rutin bulanan.