Sekolah RSBI-SBI Bubar?

January 11, 2013

Satu-satunya tema tulisan yang tidak pernah dibicarakan dalam blog ini adalah tentang RSBI atau SBI, tetapi kali ini saya ingin mengangkatnya, terkait dengan adanya keputusan Mahkamah Konstitusi hari Selasa, 8 Januari 2013 yang membatalkan pasal 50 ayat 3 UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, karena bertentangan UUD 1945.
Beberapa hal yang menjadi pertimbangan Mahkamah Konstitusi untuk membatalkan pasal ini dan mengabulkan seluruh permohonan judicial review dari para penggugat adalah:

  • biaya yang mahal mengakibatkan adanya diskriminasi pendidikan.
  • pembedaan antara RSBI-SBI dengan non RSBI-SBI menimbulkan adanya kastanisasi pendidikan.
  • bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam tiap mata pelajaran dalam sekolah RSBI-SBI dianggap dapat mengikis jati diri bangsa dan melunturkan kebanggaan generasi muda terhadap penggunaan dan pelestarian bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa.

(Sumber diolah dari: Kompas. com)

Untuk lebih jelasnya, berikut ini saya kutipkan bunyi pasal 50 ayat 3 UU No.20 Tahun 2003 yang digugat dan kini dinyatakan tidak berlaku lagi:
“Pemerintah dan/atau pemerintah daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan yang bertaraf internasional.”
Pasal inilah yang menjadi dasar bagi pemerintah untuk “memaksakan diri” membuka Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional – Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI-SBI) di beberapa kabupaten/kota, yang jumlahnya mencapai sekitar 1300-an. (Di masyarakat, istilah RSBI-SBI sering diplesetkan menjadi Rintihan Sekolah Bertarif Internasional-Sekolah Bertarif Internasional).
Perlu diketahui, pengujian pasal 50 ayat 3 UU No.20 Tahun 2003 ini diajukan oleh sejumlah orang tua murid dan aktivis pendidikan. Mereka adalah Andi Akbar Fitriyadi, Nadia Masykuria, Milang Tauhida (orang tua murid), Juwono, Lodewijk F Paat, Bambang Wisudo, Febri Antoni Arif (aktivis pendidikan). Mereka menilai pasal yang mengatur penyelenggaraan satuan pendidikan bertaraf internasional itu diskriminatif. Keberadaan pasal itu menimbulkan praktek perlakuan yang berbeda antara sekolah umum dan RSBI-SBI.
(Sumber: republika.co.id).

Dengan adanya keputusan MK ini, sekolah yang menyandang label RSBI-SBI kembali menjadi sekolah biasa, dalam arti tidak lagi menggunakan label internasional. Saya pikir, lebih baik menyandang status sekolah biasa tetapi prestasinya internasional, daripada menyandang status internasional tetapi prestasinya hanya biasa-biasa saja.
Dengan dibubarkannya sekolah-sekolah RSBI-SBI, peluang pemerintah untuk lebih fokus mengejar pencapaian Standar Nasional Pendidikan semakin menjadi lebih terbuka. Segala dana dan tenaga yang selama ini terserap untuk kepentingan pengembangan RSBI-SBI, bisa diproyeksikan untuk kepentingan Pemenuhan Standar Nasional Pendidikan, yang menurut saya jauh lebih penting dibandingkan mengejar standar internasional tetapi justru menimbulkan inefisiensi dan distorsi di lapangan.

Bagaimana menurut Anda tentang Pembubaran RSBI-SBI ini ?
========

http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2013/01/09/rsbi-sbi-bubar/

Advertisements

Menyedihkan, Mutiarani, Peraih Nilai UN SMK Tertinggi Terancam Tak Bisa Kuliah

June 6, 2012

Menjadi pelajar yang berprestasi di negeri ini tak menjamin nantinya akan bisa menjadi orang yang berarti. Mutiarani, pelajar asal Semarang yang meraih nilai tertinggi dalam Ujian Nasional jenjang SMA/SMK tahun ini. Sayang, Mutiarani kini hanya bisa pasrah karena faktor ekonomi orang tuanya akan sangat memungkinkan dirinya tak bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Mutiarani , putri ketiga pasangan Juwarto dan Sutarmi, warga Desa Sutak RT.6 RW.4 Pudak Payung, Semarang ini menjadi peraih nilai tertinggi dalam Ujian Nasional jenjang SMA/SMK tahun ajaran 2011/2012 .

Siswi SMK 2 Semarang jurusan ekonomi akuntansi ini berhasil meraih nilai kumulatif 29,6. Angka tersebut hasil dari nilai mata pelajaran bahasa indonesia 9.5 , bahasa inggris 9.5 , matematika 9.7 , dan kompetensi 9.6. Dari hasil inilah Mutiarani juga mendapat predikat siswa terbaik tingkat nasional.

Namun sayang, nasib Mutiarani setelah lulus ini tampaknya tak akan sedahsyat nilai yang diperolehnya. Betapa tidak, Mutiarani tampaknya tak akan bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi. Faktor ekonomi keluarga menjadi pemicu utamanya.

“Saya sih masih pengen kuliah, tapi harus gimana lagi, ibu gak kuat untuk mbayarin”, ujar Muatiarani.

Sejak kelas satu SMP, Mutiarani sudah ditinggal ayahnya, Juwarto, meninggal. Kehidupan Mutiarani pun bergantung sang ibu, Sutarmi, yang hanya sebagai buruh rumah tangga dengan penghasilan yang pas-pasan. Tak heran, jika keinginan Mutiarani untuk berkuliah harus pupus karena ketidakadaan biaya dari keluarga.

“Saya cuma begini. Gak bisa mbiayain Mutiarani untuk kuliah lagi”, ujar Sutarmi.

Kini, baik Mutiarani maupun sang ibu hanya bisa berharap uluran tangan atau donatur yang bisa membantu mengantarkan Mutiarani untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Apa yang dialami Mutiarani sekarang inipun menjadi hal yang ironis, dimana menjadi pelajar pintar yang ada di negeri ini tidak menjamin akan bisa menjadi orang yang berarti

Sumber: http://kabar17.com/


10 Siswa Peraih Nilai UN SMK Tertinggi

June 6, 2012

Berikut ini daftar sepuluh siswa SMK peraih nilai UN tertinggi:

1. Mutiarani. Nilai UN murni 29,6. Sekolah di SMKN 2 Semarang, Jawa Tengah.
2. Mifta Nurjanah. Nilai UN murni 29,6. Sekolah di SMK Mitra Batik, Tasikmalaya, Jawa Barat.
3. Roni Hadian Akbar. Nilai UN murni 29,6. Sekolah di SMKN 1 Katapang, Jawa Barat.
4. Neni Yuliantika. Nilai UN murni 29,4. Sekolah di SMKN 7 Bandung, Jawa Barat.
5. Erlyn Herlina Febrianty. Nilai UN murni 29,4. Sekolah di SMKN 1 Sukabumi, Jawa Barat.
6. Intan Permatasari. Nilai UN murni 29,4. Sekolah di SMKN 2 Tasikmalaya, Jawa Barat.
7. Dewi Astutik. Nilai UN murni 29,4. Sekolah di SMKN 1 Purwodadi, Jawa Tengah.
8. Erlita Dyah Utami. Nilai UN murni 29,4. Sekolah di SMKN 1 Purwodadi, Jawa Tengah.
9. Hanindia Hajjar Damayanti. Nilai UN murni 29,4. Sekolah di SMKN 1 Surabaya, Jawa Timur.
10. Annisa Ayuningtias. Nilai UN murni 29,40. Sekolah di SMK Kartika IV-1 Malang, Jawa Timur

Sumber: http://wahidsahidu.blogspot.com


Seminar Kepemimpinan Berkarakter

June 6, 2012

Alhamdulillah, saya diberi kesempatan untuk mengikuti seminar sehari tentang “Kepemimpinan Kepala Sekolah Berkakarkter” yang diselenggarakan di Aula FKIP UHAMKA (Universitas Prof Dr. Hamka) kampus pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Rabu 9 Mei 2012.
Dalam seminar ini, hadir motivator nasional, Andrie Wongso dan Prof Komaruddin Hidayat.
Dengan gaya dan semangatnya yang khas dan menggebu-gebu, Andrie Wongso mengajak peserta untuk tetap bersemangat dalam menjalani kehidupan. Pepatah khasnya, “Jika kita lunak terhadap kerasnya kehidupan, maka kehidupan akan keras terhadap kita, tetapi jika kita keras terhadap kerasnya kehidupan, maka kehidupan akan lunak terhadap kita”. Begitu juga, beliau mengajak untuk berbuat yang terbaik dan berkakarkter kuat, apalagi seorang pemimpin yang menjadi teladan bagi orang yang dipimpinnya.
Sementara, dengan gaya khas lembut dan akademisnya, Prof Komaruddin Hidayat menyampaikan paparannya dengan judul “Life Journey with Inner Guides” yang mengajak peserta untuk memiliki karakter baik sebagai pemimpin. “Ciptakanlah keajaiban (kebaikan yang luar biasa) dalam hidup kita. Mengapa orang tertarik dan antusias pada sulap/magic? karena mereka seperti memperlihatkan keajaiban” ungkapnya.
Semoga saja, amiin…


Seleksi Masuk MTSN 2 Tangsel Kelas Reguler

May 11, 2012

Hari Sabtu, 05 Mei 2012, saya mengantar anak untuk mengikuti tes/seleksi masuk MTSN 2 Tangerang Selatan kelas reguler.
Sejak beberapa tahaun terakhir, MTSN 2 Tangsel yang berlokasi di wilayah Pamulang, Tangerang Selatan ini membuka dua jenis seleksi, yakni (1) Seleksi Kelas BINA PRESTASI [BP] dan (2) Seleksi Kelas Reguler. Kelas BP di MTSN 2 Tangsel ini hampir sama dengan kelas unggulan atau RSBI di sekolah umum, yakni seleksinya tersendiri dan biayanya pun tersendiri (tentu lebih mahal dari kelas reguler, hampir dua kali lipatnya). Sedangkan seleksi kelas reguler, seperti umumnya kelas reguler, berbiaya relatif lebih rendah (meskipun gak murah-murah banget…) dari BP. Pantaslah, pesertanya membludak (maklum MTSN 2 Tangsel ini salah satusekolah unggulan), tahun pelajaran 2012 ini saja, pendaftarnya lebih dari 700 siswa.
Seleksi kelas reguler di MTSN 2 Tangsel ini dilakukan dengan beberapa tahap dan jenis tes, yakni Tes BTQ (Baca Tulis al-Quran), psikotes/IQ, TPA (Tes Potensi Akademik) dan Agama Islam.
Jadwalnya di tahun pelajaran 2012 ini dibagi menjadi 3 hari:
– Sabtu, 05 Mei 2012: Tes BTQ (Baca Tulis al-Quran),
– Minggu, 06 Mei 2012: Tes IQ/Psikotes,
– Sabtu, 12 Mei 2012: TPA (Tes Potensi Akademik) dan Agama Islam.
Setelah tes terakhir ini, calon siswa tinggal menunggu pengumuman hasil akhirnya. Jika diterima, calon siswa tinggal melakukan daftar ulang.
Anak-anakku semuanya sangat memahami akan pentingnya pendidikan Agama sebagai landasan utama dalam menjalani kehidupan dan menggapai ilmu dan cita-cita mereka. Mereka akan dan harus menguasai ilmu dunia sebagai bekal mudah menjalani kehidupan di dunia, dengan berbekal agama untuk kemuliaan dunia dan akhiratnya nanti. Karena itulah anak-anakku berburu dengan pendidikan yang berlandaskan agama disamping ilmu umum yang menjadi minat dan bakatnya. Karenanyalah, MTS adalah salah satu sekolah yang “diburu” anak-anakku.
Semoga Allah memberi rahmat dan kemudahan kepada kalian semua anakku, dan berhasil menggapai kebaikan dan kemuliaan dunia-akhirat , amiin.


Seleksi Masuk Pesantren AL-AMANAH GONTORY

May 11, 2012

Hari Ahad, 29 April 2012, saya mengantar anak mengikuti seleksi/tes masuk Pondok Pesantren Modern AL-AMANAH GONTORY yang berlokasi di daerah Parigi, Pondok Aren, Tangerang Selatan.
Lokasi pesantren cukup dekat dari Perumahan Binatro Sektor IX, Perumahan Emerald, Sekolah Jepang, di belakang Sekolah Internasional MENTARI. Berada di hamparan lahan seluas 5,3 hektar, dengan suasana alam yang masih segar alami.
Tes masuk Gelombang I di tahun pelajaran 2012-2013 ini dilaksanakan 1 hari. Tes dimulai pukul 08.00-14.00. Tes teori dengan materi Bahasa Indonesia, Matematika dan Agama Islam. Selanjutnya tes lisan Membaca Al-Quran, Menulis Arab dengan dikte/Imla.
Peserta tes Gelombang I kali ini, untuk putri sebanyak 116 calon santri (saya tidak tahu data calon santri putra). Konon, daya tampung 200 santri.
Semoga saja anakku sangat mengerti apa yang menjadi tujuan hidupnya, dengan membekali agama untuk menggapai sukses, bukan hanya dunia, tetapi juga sukses dan mulia akhirat nanti, insya Allah, amiin.


WISUDA Permataku

April 30, 2012


Finally…
At April 25th 2012, You have finished your Post  Graduation, honey…
Now, You are a Magister of Science from One of The Best University in Indonesia, IPB…
Congratulation, Mabruuk, honey, with all my respect, support and love…