UKG (Uji Kompetensi Guru)

UKG (Uji Kompetensi Guru) secara hampir serentak dilaksanakan padatanggal 6- 27 November 2015. Ujian ini dilaksanakan berbasis komputer (UBK) atau CBT (Computer Based Test). Diselenggarakan di beberapa sentra sekolah yang memiliki kualitas jaringn komputer memadai.

UKG ini belakangan menjadi perbincangan baik di kalangan insan pendidikan maupun di luar kalangan, bahkan menjadi lebih heboh ketika tersebar isu-isu yang mengiringinya. Isu, bahwa hasil UKG akan menentukan kelanjutan tunjangan profesi guru (sertifikasi), jika hasilnya memadai dan memenuhi KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal), maka guru masih akan mendapatkan tunjangan profesi, begitu sebaliknya. Bahkan adanya isu, bahwa jika guru mendapatkan hasil rendah akan diberhentikan sebagai guru, dan isu-isu lainnya.

Terlepas dari berbagai sudut pandang, saya sebagai guru, tetap melihat sisi positif UKG ini (meskipun memiliki sudut pandang yang berbeda). Bersikap positif thinking adalah cara yang paling baik dalam menghadapi masalah, karena setidaknya, jika berpikir positif, kita akan sejenak berfikir, merenung dan tidak spontan, ceroboh dalam memberikan respon.

Saya pun, akhirnya mengikuti UKG pada hari Rabu, 18 November 2015 untuk Guru Matematika SMK. Alhamdulillah, saya mendapat tempat ujian di SMK Negeri 6 Jakarta (bilangan Blok M, Jakarta Selatan). Sesi ujian ada tiga, yakni Sesi I (pukul 07.30-10.00), Sesi II (pukul 10.30-13.00) dan Sesi III (pukul 13.30-16.00). Saya mendapat giliran sesi ke-2.

Secara umum, menurut saya, soal-soal yang dibuat berkualitas baik, untuk soal paedagogik maupun soal profesional. Semua soal paedagogik bukan soal teori “mentah” yang bersifat hafalan semata, akan tetapi soal yang terintegrasi langsung dalam pembelajaran sesuai bidang masing-masing, sehingga membutuhkan pemahaman.

Soal profesional, setidaknya pelajaran matematika SMK yang saya ikuti, juga menuntut pemahaman yang baik dan memadai. Hampir semua soal membutuhkan setidaknya dua tahapan pengerjaan.

Alhamdulillah, menjelang pukul 13.00 saya sudah selesai mengikuti tes. Saya beranjak pergi meninggalkan SMK Negeri 6 Jakarta Selatan dengan setumpuk renungan tentang hasil dan cermin kualitas diri sebagai guru matematika SMK. Ternyata, saya masih harus meningkatkan pemahaman saya tentang paedagogik dan kemampuan profesional saya sebagai guru matematika SMK.

Saya pribadi, akan terus berbenah terhadap kompetensi diri sebagai guru dengan melihat cerminan hasil UKG saya sendiri, meskipun saya sangat paham, bahwa kualitas dan kompetensi guru tidak bisa diukur hanya dari hasil UKG yang teoritis dan lebih dominan bernuansa kognitif, akan tetapi dari semua aspek, baik paedagogik yang nyata di kelas/ sekolah, juga sikap sosial dan kepribadian integral sebagai seorang guru.

Terlepas dari diskursus tentang tepat tidaknya UKG untuk mengukur kompetensi guru, tapi toh semuanya sedang berjalan dan akan segera berakhir di tahun 2015 ini. Hasilnya seperti apa, lalu pemerintah akan melakukan apa terhadap hasil UKG? waktu yang akan menjawabnya dan semoga pendidikan Indonesia menjadi lebih baik, aamiin…

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: