Film 3 IDIOTS

Sudah lebih dari sekali film 3 IDIOTS diputar di sebuah statsiun TV, tetapi lagi-lagi tergoda untuk kembali menontonnya. Terakhir, film ini diputar di SCTV hari kamis siang, 02 Juni 2011. Baca LengkapFilm India (Bollywood) ini disetting sebagai film India pada umumnya, yang biasa menampilkan cinta, perbedaan kaya-miskin, tetapi film ini bertajuk inti tentang pendidikan, yakni perkuliahan tiga orang mahasiswa yang dianggap “idiot”.
Cap “idiot” ini sebenarnya sebagai cap kepada sikap mereka yang tidak lazim. bahkan, dari ketiga mahasiswa yang dicap “idiot” ini justru sangat jenius, namun mempengaruhi kedua teman lainnya untuk melawan arus, baik melawan kesemena-menaan sistem pendidikan maupun sikap orang tua dalam menyekolahkan anak-anaknya.
Tentu, banyak plus-minus dalam film ini. Akan tetapi dari pandangan baru tentang pendidikan, yang seharusnya memberikan kesempatan seluas-luasnya terhadap setiap individu untuk bersekolah, di film ini menjadi salah satu fokusnya.
Fokus lainnya adalah kekeliruan orang tua yang memaksakan kehendaknya kepada anak untuk bersekolah sesuai dengan keinginan orang tua, atau sesuai dengan pasar yang banyak diminati. Sehingga, anak perempuan harus menjadi dokter, dan anak laki-laki harus menjadi insinyur. Padahal, tidak seharusnya demikian, setiap individu sebaiknya bersekolah dan mengambil bidang sesuai dengan peminatan dan kompetensinya, sehingga si anak dapat memaksimalkan kemampuannya. Karena, kesuksesan tidak selalu dalam bidang yang “laku” di pasaran. Buktinya, berapa banyak ahli ekonomi dan pengusaha menjadi kaya raya dengan menekuni bidangnya, begitu sebaliknya, berapa banyak ilmuwan yang kurang beruntung.
Fokus berikutnya adalah kekeliruan yang terjadi pada sistem pendidikan yang pendekatan pembelajarannya pada aktifitas menghafal dan tekanan nilai. Padahal, seharusnya aktifitas belajar bukan hanya menghafal, akan tetapi lebih kepada pemahaman baik dengan cara kritis berpikir maupun dengan banyak melakukan pengalaman belajar secara real. Sehingga, dalam belajar, siswa berkemungkinan menjadi lebih menyenangkan dengan tidak merasa tertekan dalam mengejar-ngejar nilai.
Nilai hasil belajar, tentu juga penting, tetapi cara siswa beraktifitas dalam menggapainya, itu yang harus dievaluasi.
Dengan plus-minus film ini, ada baiknya para insan pendidikan, terutama penyelenggara sekolah dan para guru, layak untuk dianjurkan menonton film ini. Coba deh…!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: