Tutwuri Handayani

Setiap tanggal 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan. Hari yang mengandung sejarah dan perubahan besar yang menentukan masa depan sebuah bangsa.Baca LengkapPendidikan, akan sangat menentukan kelanjutan sebuah bangsa. Dengan pendidikan suatu bangsa menetapkan pijakan generasi penerusnya di masa yang akan datang.
Pendidikan bangsa yang baik dan berorientasi ke depan, hampir dapat dipastiksan akan membuahkan generasi yang baik dan siap menghadapi zamannya. Begitu juga sebaliknya.
Sehingga, sejauh mana sebuah negara atau bangsa memahami hakikat pendidikan bagi “investasi” generasi penerusnya, sejauh itu pulalah komitmen bangsa itu akan pendidikan. Negara atau bangsa yang concern pada pendidikan, berarti negara itu mempersiapkan kemajuan bangsanya di masa yang akan datang.
Tinggallah kita sekarang. Jika negara tau bangsa tidak peduli dan tidak serius pada pendidikan, maka hampir dipastikan bangsa ini akan semakin terpuruk di masa yang datang, bahkan, naudzu billah, akan hancur dan menjadi “santapan” negara-negara lain (yang lebih maju).
Peningkatan anggaran pendidikan memang baik, tetapi jika tidak dibarengi dengat peningkatan sikap dan komitmen seluruh komponen bangsa (terutama para pejabat dan para penyelenggara pendidikan), maka alih-alih akan memperbaiki kualitas pendidikan, justru akan semakin memperpuruk keadaan. Peningkatan anggaran hanya akan menjadi ajang proyek oleh segelintir oknum, bahkan dihambur-hamburkan tanpa tahu arah dan tujuannya. Masya Allah…
Sebagian pejabat pemegang amanah atau penyelenggara pendidikan, bingung bagaimana menggunakan anggaran yang semakin meningkat, akhirnya dibuatlah kegiatan-kegiatan yang tak berorientasi jelas dan tidak terukur untuk peningkatan kualitas pendidikan.
Sebagian Guru pengajar dan pendidik di lapangan juga mengalami kebingungan yang sama. Banyak fasilitas dan perangkat pembelajaran yang diberikan, bahkan yang berbasis IT, akan tetapi pola mengajar dan sikap peningkatan kualitas diri hampir tidak tampak. Bahasa umum sering terlontar “zaman sudah semakin modern, tetapi mengajar masih tetap jadul”.
Begitu juga, sebagian besar siswa yang dijejali dengan fasilitas pembelajaran modern seiring dengan meningkatnya anggaran, juga tidak banyak tahu harus berbuat apa. Mereka tidak ubahnya seperti sekumpulan orang “kuno” yang hidup di zaman modern yang dimanjakan fasilitas. Akhirnya fasilitas yang ada bukannya digunakan, justru terbengkalai, rusak bukan karena dipakai tapi karena tidak dipakai dengan baik. Sekalinya teknologi digunakan justru digunakan untuk sesuatu yang tidak ada gunanya, bahkan justru menghancurkan diri dan masa depannya.
Padahal, salah satu kunci peningkatan kualitas dan kreatifitas siswa, bukan semata-mata terletak pada mewah atau modernnya fasilitas, tetapi bagaimana guru dan sistem pendidikan menanamkan dengan benar dalam mencetak siswa sebagai siswa pembelajar, learning how to learn.
Sikap utama dalam pendidikan, sebenarnya sudah dijadiukan landasan sistem pendidikan para pendahulu bangsa ini, yakni Ki Hajar Dewantoro, sang Tokoh Pendidikan.
“Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tutwuri Handayani” yang maksudnya kurang lebih: Di depan (sebagai pemimpin) harus bersikap memberi teladan kepada yang dipimpinnya, di tengah/lapangan (sebagai pelaksana) bersikap dengan membuat karya terbaik. Sedangkan jika berada di belakang (karena sudah berganti posisi atau terjadi regenrasi dan tidak lagi memimpin), maka bersikap mengikuti dan memberi dukungan.
Andaikan sikap ini yang melekat pada setiap insan yang terlibat dalam dunia pendidikan, maka Insya Allah bukan mustahil kualitas bangsa dan generasi penerus akan lebih baik, meskipun minim fasilitas. Apalagi jika fasilitasnya lebih baik… Semoga!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: