Hari Kebangkitan Nasional

Setiap tanggal 20 Mei bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Suatu momentum yang seharusnya menjadi tonggak perubahan menuju arah yang lebih baik. Baca Lengkap?Akan tetapi, apa yang justru terjadi? Bangsa ini, jika tidak segera sadar, justru sedang dan akan mengalami kemunduran dan kemerosotan, bahkan naudzu billah, kehancuran. Kemunduruan dan kemerosotan di hampir semua aspek.
Kualitas dan sikap beragama yang semakin luntur, nilai-nilai moral dan norma kebaikan sudah semakin hilang, kekerasan di mana-mana. Kejahatan, kemaksiatan dan kebiadaban sudah menjadi pemandangan dan pendengaran sehari-hari.
Alih-alih menampilkan prestasi di tingkat dunia, baik akademik maupun seni, olahraga dan lainnya, justru semakin jatuh tersungkur disalip negara-negara lainnya yang sebelumnya di bawah kita. Di negeri sendiri pun, di hampir setiap kompetisi, bukan prestasi yang kian menonjol, justru kecurangan dan kekerasan yang dikedepankan.
Entah, harus dari mana gema kebangkitan nasional ini harus dimulai. Semua pihak saling menyalahkan dan mengandalkan. Dan, jika ini yang terus bergulir, maka bukan gema kebangkitan yang akan terdengar justru gema kehancuran.
Semua pihak harus sama berpikir dan mengevaluasi diri, bahwa setiap diri dan setiap pihak pasti memiliki andil yang sama untuk kebangkitan bangsa ini.
Kita harus memulai mengevaluasi diri untuk perbaikan dan perubahan. Bekerjalah dengan kualitas terbaik, tidak usah menyalahkan orang atau pihak lain. Koordinasi terus dilakukan dengan pihak lain guna wujudnya kebangkitan secara menyeluruh. Lagi-lagi, tidak usah menyalahkan pihak lain. Tanyakan saja, kerjasama apa yang dapat kita lakukan untuk perbaikan dan perubahan.
Semua pihak sadar betul, bahwa negara dan bangsa ini tidak akan pernah bangkit jika diri kita selalu mendahulukan kepentingan dan keuntungan diri sendiri. Pengorbanan besar-besaran, dengan cara memangkas in-efisiensi, korupsi, kolusi harus diwujudkan. Ini harus, wajib, bahkan FARDHU AIN (wajib atas setiap individu), demi diri kita, demi keluarga kita, demi anak-cucu kita semua. Tentu kita tidak ingin melihat anak-cucu kita menuai kehancuran atas perbuatan serakah dan bodoh yang kita lakukan.
Jika semangat ini yang mewabah, Insya Allah, bukan mustahil, kebangkitan bangsa ini akan segera terwujud, semoga, Amiin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: