Hari Guru (Teacher's Day)

Hari Guru sedunia (Teacher’s Day Celebration), beberapa waktu yang lalu diperingati, tepatnya SELASA, 05 Oktober 2010. Tema yang diusung “Recovery begins with teacher”, bahwa pemulihan bermula dari guru. Baca lengkapSementara, di dalam negeri kita sendiri, Hari Guru baru saja berlalu diperingati tanggal 25 Nopember 2010. Hari guru ke-17 diperingati bersamaan dengan Hari PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) yang ke-65. Tema dan semangatnya tentu kurang lebihnya sama, bahwa segenap perbaikan dan kebaikan memang lebih pantas bermula dari guru yang seharusnya “digugu dan ditiru”.
Sebagian kita memang percaya, jika perubahan besar ingin terjadi, maka mulailah dari gurunya. Hanya saja, apakah kita semua sepakat untuk bersikap sama dengan konsep ini?
Sebentar… sikap yang sama tentu bukan semata sekedar setuju, tetapi justru kesepakatan bahwa ini adalah tugas terbesar pertama untuk sebuah perubahan besar demi perbaikan generasi HARUS diwujudkan dengan sikap yang JELAS dan TEGAS keberpihakannya untuk menjadikan ini sebagai komitmen utama.
Nanti dulu… maksudnya juga, bukan hanya ini dijadikan slogan semata. Mulailah dengan SISTEM!!! Sistem komprehensif yang meliputi: PLANNING untuk menjadikan pendidikan dan guru sebagai pilar utama, kemudian ORGANIZING menggerakkan semua komponen hingga terwujud rencana besar itu, baru ACTUATING diwujudkan secara simultan dalam implementasinya dan yang justru tidak kalah utamanya adalah CONTROLLING, pengawasan yang kontinu, mendidik dan tegas.
Bagian akhir dari perwujudan sistem di atas sangat besar pengaruhnya, karena selama ini, hampir semua konsep yang dirancang hanyalah “hangat-hangat tahi ayam” alias “angot-angotan” atau sesaat, sesudah itu? entahlah kemana dan apa jadinya karena tidak ada kontrol yang benar dan berkelanjutan.
SISTEM-lah yang membuat manusia menjadi “dipaksa” mengikuti arah kebijakan dan aturan main. Bukan hanya anjuran, menggugah kesadaran dan sejenisnya. Kita sudah terlalu lama dianjurkan untuk berbuat baik, tetapi (godaan syetan) lebih menjadikan kita cenderung lupa atau toleran dengan kekurangan dan kesalahan… (wallahu a’lam)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: