Bersyukur atas Nikmat yang Sedikit

Bersykur atas nikmat yang banyak, biasanya agak lebih mudah, tetapi jika nikmat yang dirasakannya sedikit, sulit. Padahal, sedikit banyaknya nikmat yang kita terima sebenarnya lebih karena perasaan kita yang menerimanya. Baca LengkapPada saat hati kita merasakan sempit dan buruk sangka, maka nikmat sebesar apapun pasti akan terasa sedikit atau bahkan merasa tidak mendapatkan nikmat. Sebaliknya, pada saat hati kita lapang dan berbaik sangka kepada Allah Yang Maha Pemberi, maka nikmat sebesar apapun pasti terasa besar, bahkan sebagai anugerah yang tak terkira.
Untuk lebih bisa memaknai nikmat yang kita terima, mari kita merenungkan sebuah kisah seorang Sufi bernama Nasruddin:
Nasruddin kedatangan sahabatnya yang mengeluhkan rumahnya yang kecil sehingga begitu terasa sempit. Maka Nasruddin menyarankan sahabatnya untuk memasukkan beberapa ekor kambing ke dalam rumahnya.
Keesokan harinya, sahabat itu datang lagi kepada Nasruddin dengan agak sedikit marah. Ia berkata, “Bagaimana Nasruddin, kau suruh aku masukkan beberapa ekor kambing ke dalam rumahku, bukannya rumahku merasa lapang, justru semakin sempit”. Dengan santainya Nasruddin menjawab “Kalau begitu, malam ini kau masukkan lagi beberapa ekor unta ke dalam rumahmu”, begitu perintahnya.
Dengan penuh tanda tanya dan kesal, sahabat Nasruddin pun pulang ke rumahnya dengan ragu terhadap saran Nasruddin sahabatnya itu. Tapi, ia pun melaksanakan saran Nasruddin.
Keesokan harinya, dengan marah ia mendatangi Nasruddin. “Bagaimana kamu ini, nasihatmu kuturuti, tetapi bukannya lapang yang ku dapat, justru rumahku semakin terasa sempit, bahkan aku semalaman tidur sambil berdiri” ujarnya. Seperti sebelumnya, Nasruddin menjawab dengan santai “Nah, nanti malam, coba kamu keluarkan lagi semua binatang yang ada di dalam rumahmu itu, nanti besok kau temui aku lagi, bagaimana hasilnya”.
Keesokan harinya, ia menemui Nasruddin untuk menyampaikan hasilnya, dengan begitu riang gembira ia menyampaikan “Nasruddin, ternyata nasihatmu benar, setelah aku keluarkan semua binatang itu, aku merasa rumahku begitu luas, dan aku bisa tidur di manapun yang aku suka”.
Begitulah cerita sederhana tentang nikmat yang kita terima dan kita rasakan. Sahabat Nasruddin sebelumnya merasa rumahnya begitu sempit, tetapi setelah mendapat saran terakhir dari Nasruddin ia merasa begitu lapang rumahnya, padahal ukuran rumahnya tidak mengalami perubahan sama sekali.
Apa intinya? cara atau sikap hati kita menerima segala karunia Allah itulah kuncinya. Pada saat kita begitu positif thinking terhadap sekecil apapun karunia Allah, maka pasti akan lebih kita syukuri, begitupun sebaliknya, jika sikap dan hati kita tidak positif, apalagi jika membandingkan dengan nikmat yang diberikan kepada orang lain, maka hampir bisa dipastikan sebesar apapun nikmat yang Allah berikan, tidak akan dirasakan sebagai nikmat, bahkan merasa menderita dan selalu kurang.
Bagaimana dengan Anda???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: