Jakarta: Hujan=Macet

Memasuki pertengahan Februari 2010 ini, di wilayah Jakarta dan sekitarnya mulai diguyur hujan agak rutin. Hampir setiap sore hujan deras mengguyur.Alhamdulillah tentu dengan adanya hujan. Apalagi jika dibandingkan dengan saudara-saudara kita di belahan bumi lain yang begitu amat berharap akan turunnya hujan, setahun dua kali pun (konon) jarang terjadi. Tapi di tanah kita? tanah air Indonesia pada umumnya? Alhamdulillah, hingga hari ini masih relatif teratur datangnya musim hujan, meskipun tidak seperti dulu lagi, saat di tahun 70-80 an, ada ungkapan “Musim panas terjadi di bulan april-oktober dan Musim hujan di bulan Oktober-April”. Yah tak apalah… masih belum terlalu jauh kok deviasinya, hehehe (??menghibur diri??).
Yang menjadi renungan saya kali nii sebenarnya adalah, setelah lebih dua puluh tahun tinggal di wilayah Jakarta, saya “dipaksa” sepakat dengan anggapan “Hujan=Macet”.
Setiap kali hujan di wilayah Jakarta, memang hampir bisa dipastikan macet di setiap ruas jalan di Jakarta. Bahkan, di sebagian tempat macet yang sangat tidak terkendali, meskipun hujan tidak terlalu lama.
Persoalan utamanya memang dapat ditebak, yakni adanya banjir yang menggenangi jalan. Jika hujan lebih dari setengah jam, sebagian besar ruas jalan tergenangi banjir. Praktis, kejadian ini membuat sebagian besar kendaraan bergerak perlahan untuk menghindari jalanan yang tergenangi banjir. Sepeda motor dan mobil langsung berposisi mengerucut atlias meruncing ke bagian jalan yang tidak tergenang (atau paling minim bagian jalan banjirnya tidak terlalu dalam). Akhirnya, lajur jalan yang sebelumnya 2 atau 3 lajur mendadak menjadi satu lajur. Terbayang kan? betapa mendadak macetnya ruas jalan yang volume kendaraannya begitu banyak.
Kejadian seperti itu, terjadi di hampir semua ruas jalan di Jakarta dan sekitarnya. Tidak perduli jalanan protokol seperti Sudirman, Thamrin, S.Parman, Gatoto Subroto, dan lain-lain, apalagi jalanan yang relatif kecil, macetnya gak ketulungan…!!!
Kalo keadaannya begini setiap kali hujan, ya pantas dong kalau akhirnya ada ungkapan “Jakarta: Hujan=Macet”.
Terus, pie toh…??? Bagaimana kepriben…???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: