Demo Besar-besaran Menuntut Kinerja 100 Hari Pemerintah

Demo besar-besaran terjadi di Istana…

Hari ini, Kamis 28 Januari 2010, sebagian pemerhati informasi di wilayah Jakarta sudah ketar-ketir, terutama karena kemungkinan kemacetan yang luar biasa di sekitar jalan Sudirman-Thamrin hingga depan Istana Negara akibat akan adanya demo.
Demo besar-besaran, begtiulah berita “boom” yang terus diangkat beberapa hari belakangan, bahkan disebut juga “GERAKAN 28 Januari”. Demo menuntut kinerja pemerintah di 100 hari pertama. Sebagian besar elemen mahasiswa tampaknya akan turun ke jalan menuntut janji-janji yang pernah dilontarkan sewaktu berkampanye, belum lagi elemen masyarakat yang lain. Hal ini pun tidak hanya akan terjadi di Jakarta tetapi juga di hampir semua kota besar di Indonesia, seperti Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Riau, Medan, Makasar dan lainnya.
Saya pribadi, tentu suka dan berharap pada perubahan. Saya juga suka gregetan pengen demo, pengen protes, bahkan pada puncak tertentu, pengen juga melabrak habis orang-orang yang paling bertanggung jawab pada perubahan negeri ini.
Tapi di sisi lain, terkadang setiap kali saya menggebu-gebu dengan keinginan protes, tiap kali juga ada pertanyaan nurani yang menggelitik:
1. Apakah aku benar-benar tulus dari dalam diri ini ingin memperbaiki keadaan? bahkan keadaan yang lingkupnya besar? skala nasional?

Lalu, perbaikan pribadi apakah yang sudah aku lakukan dan aku tunjukkan? sudahkan diri ini menjadi contoh perbaikan bagi oranglain? ataukah aku hanya pandai mengusik yang orang lakukan, sementara diri ini tak pernah pandai memperbaiki diri apalagi memberi contoh bagi orang lain.

2. Apakah benar aku tulus memperjuangkan perbaikan dan kebaikan? Lalu apakah aku masih dan akan tetap berkomitmen untuk perbaikan pada saat aku sudah mendapat kedudukan tertentu (karena hasil dari seringnya aku berteriak demi perubahan, sehingga aku dikenal)? ataukah aku kemudian lupa pada komitmen yang selalu aku teriakkan? dan juga lupa kepada rakyat yang namanya selalu aku kumandangkan?
Entahlah dari mana aku harus memulai, haruskah aku selalu membohongi nuraniku sendiri untuk selalu berteriak dengan dan atas nama perbaikan dan rakyat? padahal …..???

Aku tidak berbuat pun tentu itu juga salah. Tapi sepertinya, aku dengan dengan kapasitasku,¬†harus melakukan perubahan yang bermartabat, yakni memperbaiki diri sebelum memperbaiki orang lain, dan … memperbaiki orang lain dengan cara yang bermartabat (tidak sok bener, apalagi bertindak anarkis), sambil terus-menerus memperbaiki diri.¬† Itulah mungkin yang dapat kulakukan, karena aku harus hadir sebagai salah satu yang andil dalam penyelesaian masalah, bukan menambah masalah baru. Habis energi bangsa ini, dan sudah terlalu sakit bangsa ini di hampir semua sendinya.

Mungkin langkah Anda bisa lebih baik, ketimbang yang saya lakukan???

4 Responses to Demo Besar-besaran Menuntut Kinerja 100 Hari Pemerintah

  1. lovepassword says:

    SIP Markusip. Keren …

  2. Everything has bright and dark side. It depends on us to handle it. Right or wrong, Indonesia is my lovely country.

    BTW, rumah maya saya ultah yang pertama. Ditunggu komen na Pak di artikel Ultah SETAHUN SUDAH.

    Salam kreatifitas ‘n keep intouch

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: