Pasukan Sayur

Kamis sore ini, 19 Nopember 2009, selesai tugas dari tempat mengajar di SMA Negeri MH. Thamrin saya berkesempatan hadir di ta’lim karyawan BANK JABAR BANTEN Cabang DEPOK, yang berlokasi samping kantor POLRES DEPOK berseberangan dengan kantor Walikota Depok. Antusiasme jama’ah menanyakan banyak hal seputar QURBAN menyebabkan waktu selesai agak berlarut. Alhamdulillah sekitar pukul 21.00wib saya pulang menyusuri jalan menuju arah Ciputat, Tangerang Selatan.

Sebenarnya, pemandangan yang saya lihat sewaktu di jalan antara Lebak Bulus hingga Ciputat, bukan kali yang pertama, yakni “pasukan sayur”. Baca Lengkap?

Mobil bak terbuka (pick up) dengan hanya dihalangi bagian samping kiri dan kanan saja dengan selembar terpal tipis mengangkut sayur-mayur hampir penuh mengisi ruang bak mobil. Yang menjadi lucu dan istimewa adalah bukan saja sayurannya, tetapi penumpang (orang, tepatnya ibu-ibu) yang naik di atas sayur-mayur yang dibawa.

Dengan tanpa khawatir bahaya yang mengancam, pasukan ibu-ibu yang jumlahnya kurang lebih 4-5 orang ini duduk terkantuk-kantuk di atas sayur-mayur. Bahkan, sebagian lainnya malahan tertidur pulas terlentang di atas sayuran. Mungkin, mereka bukan tidak memikirkan bahaya yang mungkin menimpa, tetapi keadaanlah yang memaksa mereka berbuat demikian. Daripada mereka harus terpisah dengan sayuran yang mereka bawa dengan cara naik angkot, tentu itu sangat tidak efisien, alias boros. Yah, akhirnya mereka pun rela menaiki sayuran yang akan mereka jual ke lapak di bilangan pasar Cipayung, Ciputat. Kurang lebih  satu setengah jam mereka “menaiki” sayuran  di atas gerobak mobil dari pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.

Banyak rasa yang timbul setiap kali saya melihat pemandangan yang sudah bertahun-tahun saya saksikan ketika saya pulang ke arah Pamulang agak malam ini, pemandangan atas “pasukan sayur”. Antara rasa geli, ngeri, prihtin dan sesekali jengkel.

Geli melihat mereka menaiki sayur-mayur yang akan mereka jual. Padahal sayur-mayur sudah diketahui baik dan sehatnya untuk dikonsumsi, tetapi sepanjang jalan mereka tiduri. Wah bisa kotor, layu atau bahkan bau macam-macam?

Ngeri melihat mereka tanpa perlindungan apapun di atas gerobak mobil, apalagi sabuk pengaman(?). Mereka hanya dilindungi selembar terpal tipis di samping kanan-kiri gerobak. Masya Allah bagaimana ini?

Prihatin terhadap usaha mereka, pasukan ibu-ibu itu. Pada saat sebagian orang sudah bersiap istirahat ke peraduan, mereka justru baru memulai mencari nafkah untuk menopang hidup keluarga. Mungkin mereka seperi “pasukan kelelawar” yang mencari makan di malam hari. Masya Allah, sungguh berat beban hidup mereka. Mudah-mudahan saja suami-suami mereka juga pekerja keras seperti mereka, bukannya pemalas, yang sedang santai-santai di rumah, bahkan begadang main gapleh, sementara istrinya sedang berjuang meretas bahaya mencari nafkah.

Jika sudah melihat mereka yang bersusah payah itu, sesekali kadang jengkel melihat “ketidak-adilan” keadaan. Sementara mereka, dan banyak orang “susah” lainnya di negeri ini yang membanting tulang dengan segenap resiko dan bahaya mengancam, tetapi segelintir orang, para pejabat, petinggi, penguasa ataupun (yang katanya) wakil rakyat bermental korup bergelimang dengan kemewahan menikmati harta “upeti” hasil jerih payah rakyat yang disalahgunakan, tapi dengan mengatasnamakan rakyat. Hasil yang sudah mereka dapat saja sudah puluhan bahkan ratusan juta, itupun protes minta dinaikkan dengan alasan belum seimbang dengan beban berat mereka memikirkan nasib 220-an juta rakyat Indonesia (?). Entahlah, padahal rakyat sudah sering menyaksikan mereka adu jotos di kantor Dewan, berbuat mesum dan tidur pada setiap kali rapat “membela nasib rakyat” (?).

Wallaahu a’lam…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: