GEMPA DI RANAH MINANG, PADANG, SUMATERA BARAT

Masya Allah …..
Tak ada kalimat yang lebih baik kecuali terus memuji kebesaran Allah dengan segala kuasa-Nya dan memohon ampunan-Nya, mamakala melihat dan mendengar saudara-saudara kita di Ranah Minang, Padanga, Sumatera Barat, yang kembali mendapat musibah GEMPA.  Baca Lengkap?
SOre kemarin, Rabu 30 September 2009, sekitar pukul 17.15wib, pada saat sebagian kita tidak menyadari, ranah Minang diguncang gempa kembali dengan kekuatan yang dahsyat 7,6 Skala Richter, kekuatan yang konon hampir setara dengan gempa yang lalu di Yogyakarta. Begitu juga akibat kehancurannya, hampir sama dengan kehancuran yang terjadi di Yogya.
Efek kehancuran sungguh luar biasa. Sebagian wilayah, terutama yang berada di dekat pantai, seperti PARIAMAN, luluh lantak. Sebagian gedung tinggi hancur berantakan dan rata dengan tanah, Masya Allah.
Belum lagi di beberapa tempat, di samping panik akibat gempa, ditambah lagi wilayah tempat tinggalnya juga kebakaran. Begitu juga, ada beberapa siswa yang sedang mengikuti bimbingan belajar, PRIMAGAMA katanya, mereka semua terjebak di dalam gedung tempat mereka belajar. Entahlah, selamatkah mereka semua, guru dan siswanya? Konon sedikitnya 11 orang meninggal di sana. Ya Allah, pilu hati ini mendengarnya.
Sampai pagi ini, Kamis 01 Oktober 2009, pukul 03.00wib, sedikitnya sudah terhimpun data yang meninggal sekitar hampir 200 jiwa. Belum lagi yang luka-luka begitu banyaknya. Jumlah ini akan terus bertambah, Masya Allah, La Haula Wala Quwwata Illa Billah.
Gempa berkekuatan besar ini juga terasa di wilayah Sumatera Utara, Aceh, Batam, Kepulauan Riau, bahkan Singapura dan Malaysia.
Entah apa yang sedang terjadi pada alam negeri kita ini khususnya dan bumi yang kita pijak ini pada umumnya? Di mana-mana terus sedang terjadi gerakan-gerakan bumi yang dahsyat. Ada yang mengalami gempa, tsunami, badai dan topan di bebrapa negara.
Sementara di Indonesia, negeri kita sendiri? Rasanya musibah ini seperti terus menerus tak ada hentinya. Dari musibah banjir, kekeringan, kebakaran hutan, penyakit menular dan gempa tentunya.
Apakah seperti lagu EBIET: “Mungkin Tuhan mulai bosan, melihat tingkah kita yang, selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa? Atau alam mulai enggan, bersahabat dengan kita?”. Entahlah, Wallahu A’lam, hanya Allah, Tuhan Yang Maha Tahu yang sangat mengerti akan apa yang sedang dan akan terjadi.
Tinggal kini kita, apakah semua ini akan menjadikan kita semakin menyadari dan mengevaluasi semua perbuatan kita? dan kemudian lebih menyadarkan kita untuk terus peduli, berbuat kebaikan, perbaikan dan terus meningkatkan kebaikan dan kemuliaan.
Semoga saja Ya Allah …..
Mari kita bantu saudara-saudara kita yang tertimpa bencana, tak ada waktu tuk menunda!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: