Pulang Kampung Lewat Pantura

Saya memang bukan tipe yang seneng pulang kampung pas hari lebaran (terutama H plus 7 dan H min 7). Saya agak sulit menerima kenyataan yang harus berlama-lama dengan kemacetan, boros biaya dan lain-lain alasan. BACA Lengkap? 

Bukan berarti saya tidak suka silaturrahim ke keluarga, tetapi saya selalu melakukan silaturrahim keluarga secara rutin terjadwal, sehingga bagi saya silaturrahim persis waktu lebaran tidak “wajib” karena minggu pertama Ramadhan pun saya sudah silaturrahim ke kampung (meskipun sudah tak ada lagi kedua orang tua di sana).

Tapi, tahun ini agak berbeda. Keponakan saya “harus” menerima lamaran resmi dari seorang pria yang ia sukai di hari ke-5 lebaran. Kakak saya, ayah dari keponakan saya itu, “memaksa” saya untuk hadir mendampingi penerimaan lamaran sebagai wakil dari keluarga. Ya, mau tidak mau saya harus pulang kampung juga di H plus 4 lebaran.

Saya pulang ke kampung bersama keluarga lewat Pantura (Pantai Utara)., melewati tol Cikampek, Sukamandi (Subang), Pamanukan (Subang), Sukra dan Patrol (Indramayu), seluruhnya masih di wilayah Jawa Barat. Sewaktu berangkat, karena memang berlawanan dengan arus balik, maka jalanan terasa lengang, sepi kendaraan.

Alhamdulillah, hari Jum’at 25 September 2009, saya terpaksa menjadi “orang tua” yang mewakili penerimaan lamaran atas keponakan saya. Acara berjalan dengan baik hingga kesepakatan menentukan rencana pernikahan nantinya.

Keesokan harinya, Sabtu 26 September 2009, sebelum saya kembali ke Jakarta, saya harus menghadiri pertemuan rutin keluarga besar yang diselenggarakan di kampung halaman setiap sesudah lebaran. Sebelumnya, pertemuan keluarga bertajuk Keluarga Besar Bp. HAJI SA’ID – JURIAH. Tetapi kini diperluas karena banyak keluarga lain yang memintanya, menjadi Pertemuan Keluarga Besar  HAJI MAS TABRI. Pertemuan diadakan di Desa BUGEL dengan disponsori oleh keluarga Hajjah JUMENAH, Lohbener. Tak kurang dua ratusan orang hadir di pertemuan itu. Semarak memang, meskipun tidak semuanya saling kenal.

Rampung acara silaturrahim, selepas Shalat Zhuhur, saya dan keluarga kembali ke Jakarta dengan dahi yang siap berkerut melihat jalanan Pantura sudah mulai padat kendaraan meskipun hari Sabtu belum terlalu sore. Lalu lintas arus balik memang padat lancar hingga menuju tol Cikampek-Jakarta.

Alhamdulillah, kami tiba di Jakarta sekitar pukul 23.00 malam. Lebih dari 9 jam kami menempuh perjalanan, padahal biasanya hanya 4 jam. Ya begitulah suasana rutin sepanjang tahun.

Semoga perjalanan ini membawa hikmah dan pelajaran yang bermanfaat, baik nilai silaturrahimnya maupun perjalanan mudiknya. Pelajaran bagi saya dan keluarga saya tentunya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: