Sahabat Lama

Entah bagaimana ceritanya, tiba-tiba saya kedatangan “tamu” di FaceBook. “Dia” malah menyapa saya dengan ungkapan, “masih inget aku enggak ZAY?”.

Baca Lengkap ???

Kontan saja saya kaget melihatnya, karena nama yang menyapa saya itu adalah teman SMA saya yang sudah lama tidak bertemu, walaupun pada awalnya agak ragu, karena seingat saya, nama dia sewaktu di SMA adalah DENNY SUGANDI, eh… di FaceBook koq namanya DENNY ADAM. Wah mungkin nama anaknya kali, pikirku. Tapi yang jelas saya sangat mengenal wajahnya, karena dulu cukup akrab sewaktu di SMA kelas FISIKA, 22 tahun yang lalu.

Dia begitu antusias untuk saling kontak telepon, walaupun dia tinggal di Bandung, dia bilang “kangen banget nih Zay”.  Saya pun menjawabnya dengan jawaban yang sama. Kebetulan sekali saya ada tugas harus ke bandung 2 hari untuk kegiatan mengisi Diklat Guru. Akhirnya, saya beritahu dia bahwa saya mau ke Bandung.

Alhamdulillah, sewaktu kemarin, Jum’at-Sabtu, 17-18 Juli 2009 saya ke Bandung untuk bersilaturrahmi dengan teman-teman Guru matematika SMK Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten, Denny pun bersikeras ingin menjemputku di terminal dan mengantarkan ke tempat Diklat di P4TK IPA, Jalan Diponegoro No. 12. Wah, aku sungguh sangat kagum pada prinsip persahabatannya. Tapi, mendengar dia terjebak macet di jalan, saya pun memintanya tidak usah menjemput, “besok malam saja Den kalo mau ketemu, mumpung saya mengajar hanya sampai jam 17.30” kataku.

Keesokan malamnya, selepas shalat Maghrib saya menunggu kedatangan sahabatku “Denny” ini. Akhirnya, kami bertemu juga. Dia datang menjemput dengan mobil sedan “corolla”-nya. “Wah, sudah sukses rupanya kau Den” gumamku dalam hati.

Malam itu, saya diajak makan di tempat sederhana tapi unik, namanya “NASI KALONG”. Sederhana tapi enak juga. kami menikmatinya dengan ngobrol kangen tidak ada habisnya, dari kisah selepas sekolah di SMA, kisah pekerjaan hingga kisah asmara dan pernikahannya serta istri dan anaknya. Tak cukup itu, dia pun mengajak minum kopi untuk melanjutkan kangen dan ngobrolnya.

Sabtu sore, selesai tugas mengajar Diklat, Denny berjanji mengantarku ke terminal bis. Dia bilang “kapan lagi Zay kita bisa begini, mumpung ketemu”. Saya pun menerima tawarannya dengan senang hati.

Sambil menuju ke terminal bis, sewaktu adzan Maghrib berkumandang, dia spontan menawariku untuk shalat Maghrib dulu. Inilah salah satu bagian yang saya sukai dari dia. Dari dulu, saya tahu dia memang agak cuek, ceplas-ceplos, dan tidak seagama denganku. Tapi, dia baik, solider dan toleran dengan teman. Terbukti, sewaktu mengajakku jalan-jalan, dia selalu mengatakan “nggak usah khawatir Zay, aku nggak bakalan mengajakmu makan di tempat yang tidak halal, pasti dijamin HALAL, hehehe…”. Begitu juga dia selalu menawariku untuk shalat dulu ketika adzan berkumandang.

Wah, Denny sahabat lamaku. Masih jarang orang-orang seperti dia, yang baik, hormat dan toleransinya sangat tinggi. Padahal jelas-jelas tidak seakidah denganku. Yang seakidah saja belum tentu seperti itu.

Kenangan dan pelajaran yang indah. Semoga semakin banyak orang-orang yang mau menghargai dan menghormati orang lain dan menghargai arti persahabatan ……

One Response to Sahabat Lama

  1. Silaturahmi yg terjalin dgn sahabat lama memang menyenangkan. Saya py milist kwn2 semasa SMA… wah rasanya masa2 SMA gak ada habis2 nya Pak. Tp ampe skrg msh enggan ne-FB, bkn ap2 khawatir ketagihan. he he he.

    Eh…sering nonton Are U Smarter than A fifth Grader gak Pak? Ad tu d blog sy…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: