PSB SMA/SMK DKI Jakarta

Dimulai tanggal 1 Juli 2009, PSB (Pendaftaran Siswa Baru) untuk SMA dan SMK di DKI Jakarta dilaksanakan. Sesuai program, PSB tahap ke-1 dilaksanakan tanggal 1-3 Juli 2009. Hasilnya diumumkan pada tanggal 4 Juli 2009, sesudah itu, lapor diri bagi yang diterima (tahap 1) dilakuakn selama dua hari, hingga 5 Juli 2009.
Jika setelah berakhirnya kesempatan lapor diri masih ada yang belum atau tidak lapor diri, maka dipastikan ada “bangku kosong”, karenanya diadakan kesempatan untuk PSB tahap ke-2, guna mengisi bangku yang masih kosong tersebut.
Kesempatan pendaftaran tahap ke-2 ini hanya bagi mereka yang tidak diterima di tahap 1.
Luar dari biasanya, menurut beberapa berita yang dilansir media, ternyata peminat atau pendaftar SMK lebih banyak dari pendaftar SMA. Ada apa gerangan sebenarnya? Mungkin saja karena:
– Calon siswa/orang tua mengerti “multi” kesempatan yang dimiliki SMK sedikit lebih menarik, lulusan SMK dapat langsung bekerja ataupun kuliah, bahkan dapat bekerja sambil kuliah.
– Calon siswa/orang tua merasa tidak PD (percaya diri) untuk masuk SMA yang relatif lebih “tinggi” dan ketat persaingan.
– Orang tua merasa tidak siap dengan biaya sekolah di SMA yang sedikit lebih tinggi dari biaya SMK
– atau, dan lain-lain alasannya.
Yang jelas, setelah dua hari berlalu kegiatan PSB berjalan dengan baik dan semarak. Sebagian besar SMA dan SMK Negeri DKI “diserbu” pendaftar.
Bagi yang mengerti, sebenarnya sistem PSB online lebih memudahkan karena pendaftar cukup berada di satu sekolah saja untuk melakukan pendaftaran ke SMA/SMK manapun, tidak harus mondar-mandir.
bahkan, bagi yang ternyata tidak diterima di sekolah pilihannya, dapat langsung melakukan perubahan “strategi” pilihan sekolah agar dapat diterima. Wah, sungguh konsep ONE STOP yang memudahkan. Tetapi, masih banyak juga yang belum mengerti, sehingga masih mondar-mandir kebingungan dan kecapean. Malahan, ada juga yang karena tidak mengerti plus agak nakal, coba-coba mendaftar di beberapa tempat, ada yang sama-sama SMK atau SMA, dan ada juga yang daftar untuk SMA dan SMK.
Kontan saja, sistem PSB langsung memblokir pendaftar tersebut, karena jika sudah mendaftar dan statusnya masih DITERIMA, maka dia tidak dapat mendaftar di manapun.
Dengan sistem PSB online semacam ini juga meniadakan kesempatan oknum masyarakat, guru atau pengelola sekolah untuk bermain “nakal” dengan suap atau sogok dan pungutan liar.
Mudah-mudahan saja sistem ini menjadi lebih baik dan jika dipandang baik, dapat ditiru dan dilaksanakan juga di daerah lainnya.
Semoga, amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: