Thibbun Nabawi

Thibbun Nabawi atau Pengobatan Ala Nabi.

Harus diakui, pengobatan hari ini sudah merambah pada pengobatan alternatif. Dengan berbagai alasan, orang melirik pengobatan alternatif, baik mereka yang coba-coba, atau sebagai sampingan pengobatan ke dokter, atau karena tidak mampu  biaya rumah sakit, ataupun yang benar-benar percaya 100%.

Salah satu pengobatan alternatif yang ternyata banyak diminati adalah Pengobatan Islam, Pengobatan cara Nabi atau “THIBBUN NABAWI”.

Pengobatan ini mendasarkan pada keyakinan kepada Allah SWT yang Maha Penyembuh. Allah-lah yang Menciptakan, maka Allah juga yang Maha Mengerti tentang seluk beluk manusia (termasuk penyakitnya), dan Allah juga yang Maha Memelihara dan Menyembuhkan. Daripada mengobati penyakitr manusia dengan metode “trial and error” alias metode coba-coba, mendingan pengobatan berdasarkan petunjuk dari yang Maha Menciptakan kita, yaitu Allah SWT.

“Untuk manusia kok coba-coba ???”

Pengobatan berdasarkan petunjuk Allah itu, akhirnya disebut dengan Pengobatan Syari’ah. Adapun yang memberikan contohnya adalah para nabi Allah yang diutus-Nya, maka pengobatan ini pun disebut pengobatan cara Nabi atau “THIBBUN NABAWI”.

Di dalam ayat-ayat Al-Qur’an banyak bertebaran tentang penyembuh dan penyembuhan yang garis besarnya diwahyukan Allah. Begitu juga Nabi, banyak memaparkan dan mencontohkan pengobatan di waktu beliau masih hidup. Karena itu, dasar pengobatan ini menggunakan dasar dari Al-Qur’an dan Al-Hadits.

Di samping itu, pengobatan cara Nabi ini ternyata sepenuhnya mendasarkan kepada segala sesuatu yang alami, natural. karena itu pula bahan-bahan pengobatan dengan cara Nabi ini menggunakan bahan yang bermotto “kembali ke alam”, “back to the nature” atau lebih dikenal dengan istilah OBAT HERBAL.

Aspek pengobatannya pun cukup komplit, bukan hanya pengobatan fisik, tetapi juga psikis (kejiwaan), bahkan yang berbau gangguan makhluk lain (jin/syetan). Untuk gangguan fisik, terapi yang diberikan bermacam-macam seperti: ramuan herbal, bekam, tusuk jarum, pijat refleksi, dan lain-lain. Sedangkan untuk penyakit kejiwaan, lebih kepada penyadaran kepada Allah SWT, dan penyakit akibat gangguan makhluk lain (jin/syetan) adalah dengan ruqyah syar’iyyah.

Semoga ini dapat menjadi informasi tambahan buat kita semua. Mau mencobanya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: