Motivasi Bekerja

Sejak semalam, minggu 01 Pebruari 2009, hujan tak juga berhenti, meskipun rintik tapi tak kunjung reda. Bahkan, hingga shubuh.
Rutinitasku, selesai shalat shubuh harus segera berkemas dan bergegas–kalau tak ingin bermacet ria pukul 5.30an di daerah “pintu masuk” Jakarta–untuk berangkat menunaikan amanah, mengajar.
Sejak bangun menjelang shubuh, ingin rasanya menarik kembali selimut, karena udara terasa begitu dingin karena semilir angin hujan. Ingin juga juga rasanya menutup rapat kembali mata yang masih digoda ngantuk karena hawanya memang layak untuk bermalas-malasan.
Andai ku tak tahu, aku bisa saja tidak berangkat mengajar. Toh semua orang tahu, hujan sejak semalam.
Andai ku tak tahu, aku bisa saja menelepon teman atau sekolah untuk tidak mengajar dan kesulitan berangkat karena hujan masih terus mengguyur.
Andai ku tak tahu, aku bisa saja ……
Tapi aku tahu, pekerjaan dan amanhku bukan untuk pimpinan atau atasanku.
Tapi aku tahu, pekerjaan dan amanhku bukan untuk teman-temanku.
Tapi aku tahu, pekerjaan dan amanhku bukan juga untuk anak-anak muridku.
Tapi aku tahu, pekerjaan dan amanhku adalah persembahan diriku untuk Allah, Rabb, Tuhanku.
Tapi aku tahu, pekerjaan dan amanhku adalah hal terbaik yang harus aku ukir dalam hidupku.
Karenanya…
Aku harus berangkat dan berbuat yang terbaik.
Ya Allah, berikan kemampuan kepada hamba-Mu yang lemah ini untuk tetap belajar menjadi yang terbaik, paling tidak, bagi diriku dan keluargaku…., amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: